PPTI Kabupaten Tegal Cetak Duta Pelajar Penanggulangan TBC

PPTI Kabupaten Tegal menggandeng Pramuka mencetak duta pelajar penanggulangan TBC di sembilan sekolah Adiwerna. Pelajar dilatih mengedukasi dan mendampingi pasien minum obat.
SLAWI, puskapik.com – Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tegal kini menyasar generasi muda melalui gerakan promotif dan preventif.
Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Tegal menggandeng Kwarcab Pramuka Tegal untuk mencetak duta pelajar dan pendamping minum obat di lingkungan sekolah.
Ketua Badan Kehormatan PPTI Kabupaten Tegal, dr Widodo Joko Mulyono, menyatakan bahwa Kecamatan Adiwerna dipilih sebagai role model gerakan ini.
Baca Juga: Perkuat Tracing TB Paru, Kapolda Jateng Tinjau Program TOSS TB di Kabupaten Tegal
Sebanyak 9 SLTA di Adiwerna siap didampingi untuk mengedukasi anggota Pramuka mulai tingkat Siaga hingga Penggalang, agar mampu menjaga diri serta mendorong keluarga maupun tetangga yang bergejala untuk segera berobat.
"Kami melatih para pelajar SLTA ini untuk menjadi duta sekaligus pendamping minum obat bagi penderita TBC di lingkungan mereka," ujar Widodo Joko Mulyono saat ditemui di Puskesmas Adiwerna usai mendampingi Kapolda Jateng, Rabu, 23 September 2026.
Sementara itu, anggota PPTI Bidang Penyuluh, Pendidikan dan Pelatihan, Sugeng menyampaikan, 9 sekolah yang menjadi pionir gerakan ini meliputi SMKN 1 Adiwerna, SMKN 2 Adiwerna, SMK Islamiah Adiwerna, SMA Bhakti Praja Adiwerna, SMK Bhakti Praja Adiwerna, SMA Penawaja, SMK Penawaja, SMK Sobiul Khoer, dan MA Al-Iman.
Baca Juga: Jelaskan Program Turbo, Maxim Indonesia Sayangkan Penyegelan Kantor Cabang di Tegal
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, memberikan dukungannya terhadap pelibatan aktif PPTI dan elemen pemuda ini.
Bupati menegaskan pentingnya melihat persoalan TBC secara bersama-sama, mengingat Kabupaten Tegal berada di posisi tertinggi ketiga di Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto menuturkan, estimasi kasus TB di Kabupaten Tegal per 21 September 2026 sebanyak 6.304 kasus.
Adapun yang ditemukan dan diobati sebanyak 3.932 kasus atau 65 persen.
Sementara untuk penemuan suspect atau kontak erat dengan penderita TB, dari target Kemenkes 32.000 kasus telah tercapai 12.000 kasus atau 70 persen.
"Target penemuan 80 persen.Untuk kasus suspect Kabupaten Tegal sudah ditemukan 70 persen ," ujarnya. **