Pramuka Kabupaten Tegal Gelar Baksos di Sejumlah Titik Jalur ETK 2026

Pramuka Kabupaten Tegal menggelar bakti sosial gratis di sejumlah titik jalur ETK 2026, meliputi cek kesehatan, donor darah, dan bantuan air bersih.
SLAWI, puskapik.com - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tegal akan menggelar sejumlah kegiatan bakti sosial gratis bagi masyarakat pada acara Estafet Tunas Kelapa ( ETK) Kwarda Jateng 2026. Aksi kemanusiaan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
"Kegiatan bakti Pramuka dilaksanakan di beberapa titik jalur yang dilewati oleh pasukan ETK pada Senin 7 September 2026 dan Selasa 8 September 2026," terang Wakil Ketua Kwarcab Bidang Abdimas, Ruszaeni kepada Puskapik.com, Minggu , 6 September 2026.
Kegiatan bakti sosial tersebut meliputi, Cek kesehatan gratis, berupa pelayanan medis bagi masyarakat umum yang dilaksanakan di Lapangan Dukuhwaru.
Baca Juga: Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Adiwerna Tegal Edukasi Warga di Kawasan Rawan
Pemeriksaan ibu hamil akan fokus peningkatan kesehatan ibu dan balita dilaksanakan di Kelurahan Pakembaran. Aksi donor darah, kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan lewat kolaborasi dengan PMI Kabupaten Tegal.
Selanjutnya bantuan air bersih yang akan disalurkan khusus untuk membantu warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Jatinegara.
Selain memastikan kesiapan kegiatan sosial tersebut, Ruszaeni menambahkan bahwa pergerakan pasukan jalan kaki di sepanjang rute akan mendapatkan pengawalan ketat demi memastikan keselamatan peserta serta kelancaran arus lalu lintas.
Sementara itu, Sekretaris Panitia ETK Kwarcab Tegal, Septi Kusuma Putri, menambahkan bahwa seluruh jajaran pengurus di bawah kepemimpinan Ketua Kwarcab Tegal, Nilna Almuna, sangat bersemangat. Pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan jajaran Pemkab, TNI-Polri, OPD, serta sekolah-sekolah untuk menyukseskan perhelatan se-Jawa Tengah ini.
Melalui perpaduan antara tradisi pawai dan aksi nyata di lapangan, Pramuka Tegal berharap nilai-nilai kepramukaan bisa semakin dekat dengan masyarakat.
"Sesuai motto Dharmaku Kubaktikan, Pramuka tidak bergerak sendiri. Kami berkolaborasi dengan berbagai stakeholder agar nilai-nilai sejarah, kedisiplinan, dan gotong royong dalam Estafet Tunas Kelapa ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tegal," imbuh Ruszaeni.**