Ratusan Pusaka Nusantara Dipamerkan di Festival Keris Nusantara Slawi

Ratusan pusaka seperti keris, tombak, rencong, dan badik dipamerkan dalam Festival Keris Nusantara Bumi Tegal Arum di Slawi, 4-6 September 2026.
SLAWI, puskapik.com – Ratusan pusaka dari mulai keris, tombak, hingga batu bertuah dipamerkan dalam Festival Keris Nusantara Bumi Tegal Arum di Gedung Rakyat Slawi, Kabupaten Tegal sejak Jumat-Minggu, 4-6 September 2026.
Festival nasional yang diikuti puluhan peserta berasal dari sejumlah daerah, mulai NTB, Bali, Madura, Surabaya, Cirebon hingga Jakarta itu, dibuka Wakil Bupati Tegal, Akhmad Kholid.
Ketua Paguyuban Patra Ganesha Tegal, Teguh Dwijanto Raharjo mengatakan, festival Keris Nusantara mengusung tema "Pesona Keris Gagrak Tegal Bumi Tegal Arum".
Baca Juga: PKB Kabupaten Tegal Gelar Musancab DPAC, Perkuat Konsolidasi dan Regenerasi
Berbagai jenis pusaka ditampilkan dalam festival tersebut. Selain keris, terdapat pula rencong, badik, tombak, hingga berbagai pusaka lainnya.
"Berbagai macam pusaka, paling muda ada keris buatan baru, keris era Majapahit, Mataram hingga era Singosari abad ke-12," kata Teguh.
Teguh menjelaskan, salah satu yang menjadi perhatian dalam festival tersebut adalah keris dengan gaya atau gagrak Tegal.
Baca Juga: Gara-gara Abu Briket, Ruang Kendali Produksi Pabrik di Mororejo Kendal Terbakar
Keris jenis ini disebut memiliki karakteristik tersendiri, terutama pada bagian warangka atau sarung keris.
"Ciri khasnya adalah pada warangkanya berpola perahu. Dulu-dulunya orang menyebutnya perahu kandas, kemudian dinamai perahu labuh. Jadi bentuknya memang seperti perahu yang sedang berlabuh dan tampak ada orang yang sedang menaiki perahu," jelasnya.
Sementara pada bagian bilah, kata dia, keris Gagrak Tegal memiliki bentuk yang besar dan cenderung lurus.
Cengkok pada bilahnya memiliki karakter yang tegas, lugas dan kaku, namun tetap memberikan kesan merbawani.
Karakter tersebut, kata Teguh, menggambarkan sosok yang melatarbelakangi perkembangan pusaka Gagrak Tegal yang berada pada era Sultan Agung.
Selain itu, Tegal juga memiliki empu yang dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam membuat pusaka, yakni Mbah Jigja atau Kyai Ageng Jigja.


