RSUD dr Soeselo Slawi Tampung Aspirasi Masyarakat, Upayakan Pelayanan Bagi Pasien Kanker

RSUD dr Soeselo Slawi menampung aspirasi masyarakat untuk meningkatkan mutu layanan. Rumah sakit juga mengupayakan pembukaan kemoterapi dan radioterapi.
SLAWI, Puskapik.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeselo Slawi menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula RSUD dr Soeselo, Senin, 31 Agustus 2026.
Acara ini mengundang berbagai elemen masyarakat, mulai dari OPD, LSM, Ormas, rumah sakit sekitar, klinik, akademisi, hingga insan media.
Tema yang diusung adalah "Implementasi Kompetensi RSUD dr Soeselo Dalam Rangka Peningkatan Mutu Layanan dan Keselamatan Pasien Sesuai dengan Permenkes Nomor 6 Tahun 2026".
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Uwes Qoroni, menekankan pentingnya FKP ini. Menurutnya, pelayanan publik yang prima harus dibangun bersama masyarakat sebagai pengguna layanan. Ia berharap RSUD dr Soeselo terus meningkatkan keramahan, kecepatan, kepastian, transparansi, dan empati kepada pasien.
Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, dr Guntur Muhammad Taqwin, menambahkan bahwa kegiatan ini merujuk pada Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2017.
Baca Juga: 1.500 Anggota BPD Hadiri Program Jaksa Garda Desa di Brebes
Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai kritik dan saran. Isunya mulai dari pendaftaran online, kehilangan barang di ruang rawat inap, hingga layanan BPJS Kesehatan.
"Berbagai saran, kritik, dan komplain yang disampaikan menjadi dasar bagi kami untuk perbaikan ke depan," ujar dr Guntur.
RSUD dr Soeselo terus berbenah dengan meluncurkan pendaftaran online. Saat ini, realisasinya baru mencapai 38 persen dari target 65 persen. Melalui sistem ini, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi mengantre sejak pagi buta. Rumah sakit juga menyediakan layanan gratis Antar Obat Sampai Rumah (Antor).
Saat ini, kemampuan medis rumah sakit mayoritas berada di tingkat madya, seperti layanan jantung dan penyakit dalam. Pihak manajemen menargetkan seluruh layanan naik ke tingkat utama dalam lima tahun ke depan. Untuk mendukung hal itu, pengadaan alat medis seperti MRI dan peningkatan kompetensi SDM lewat pendidikan lanjutan terus dipacu.
Sebagai RS yang ditunjuk Kemenkes untuk pengampuan layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrogi (KJSU), RSUD dr Soeselo bersiap membuka layanan kemoterapi. Dokter spesialis bedah, patologi anatomi, dan peralatan medis penunjang sudah dinyatakan siap.
Namun, pelayanan ini belum bisa berjalan penuh karena masih terganjal persetujuan dari BPJS Kesehatan. Selain kemoterapi, rumah sakit juga sedang mengupayakan untuk menghadirkan pelayanan radioterapi bagi pasien kanker. Namun, hal itu membutuhkan investasi besar mencapai Rp100 miliar.**


