Selama 16 Tahun, Dinkes Kabupaten Tegal Catat 1.446 Kasus HIV/AIDS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16.29
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman hadir mebuka Pertemuan Koordinasi Jejaring Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Kabupaten Tegal di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa, 21 Juli 2026.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman hadir mebuka Pertemuan Koordinasi Jejaring Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Kabupaten Tegal di Hotel Grand Dian Slawi, Selasa, 21 Juli 2026.

Pemkab Tegal mencatat 1.446 kasus HIV/AIDS sepanjang 2010–2026. Bupati Ischak mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi pencegahan dan pengendalian penyakit.

SLAWI, puskapik.com – Sejak tahun 2010 sampai dengan 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menemukan 1.446 kasus HIV/ AIDS.

Akumulasi kasus selama 16 tahun terakhir ini ditegaskan oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman pada saat membuka Pertemuan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Jejaring Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Selasa, 21 Juli 2026.

"Angka 1.446 kasus itu adalah akumulasi temuan sejak tahun 2010 hingga 2026, bukan jumlah kasus baru dalam setahun ini. Informasi ini penting diluruskan agar tidak menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat," ujar Bupati Ischak.

Baca Juga: Polres Kendal Bedah Dua Rumah Warga Tak Layak Huni di Kangkung dn Pegandon

Bupati menegaskan, kesehatan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Tegal yang maju dan tangguh.

Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga media untuk memperkuat kolaborasi dalam pencegahan penyakit.

Saat ini Kabupaten Tegal masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Selain penyakit menular seperti tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS, tren penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, jantung, dan kanker juga terus meningkat akibat perubahan pola hidup.

Baca Juga: Pemkab Kendal Perkuat Komitmen Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak

"Kita tidak akan mampu maju apabila hanya berfokus pada infrastruktur dan pendidikan, tetapi mengabaikan sektor kesehatan. Kesehatan adalah modal utama masyarakat untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti masih rendahnya cakupan imunisasi anak di Kabupaten Tegal. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mengevaluasi kendala di lapangan dan mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk klinik swasta, untuk tertib melaporkan data imunisasi secara berkala.

Untuk penanggulangan tuberkulosis, Pemkab Tegal memperkuat sinergi dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI).

Kolaborasi ini difokuskan pada pendampingan pasien, termasuk membantu mengatasi kendala ekonomi yang sering kali menghambat proses pengobatan hingga sembuh.

Selain penanganan penyakit menular, Ischak menekankan pentingnya pengendalian penyakit tidak menular melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta edukasi mengenai pola hidup sehat. Upaya tersebut juga perlu didukung dengan penyediaan air minum yang aman, sanitasi layak, pengelolaan sampah, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto memaparkan bahwa hingga semester pertama 2026, masih terdapat beberapa indikator program yang memerlukan penguatan. Di antaranya adalah percepatan penemuan kasus TB, peningkatan cakupan imunisasi, pengendalian faktor risiko PTM, penataan kesehatan lingkungan, serta optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait