Siasati Pasar Lesu, Rio "Jaka Sura Fish" Dorong Pelaku Usaha Perikanan Tegal Lakukan Digitalisasi Pemasaran.

Pelaku usaha perikanan Tegal, Rio Danar Setiawan, mendorong digitalisasi pemasaran melalui konten media sosial, live TikTok, dan TikTok Shop untuk memperluas pasar.
SLAWI, Puskapik.com – Digitalisasi pemasaran menjadi jawaban bagi para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Tegal saat menghadapi kelesuan daya beli di pasar tradisional.
Sentuhan kreativitas media sosial terbukti mampu mendongkrak penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rio Danar Setiawan, pemilik Jaka Sura Fish sekaligus penerima penghargaan Bos Muda Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal Chapter 7 (2025).
Baca Juga: Kebakaran Lahan Perhutani Winduaji, Api Hanguskan Sekitar 1 Hektare
Menurutnya, pelaku usaha perikanan harus berani mengambil terobosan baru ketika pasar konvensional sedang sepi.
"Saat pasar tradisional lesu karena daya beli konsumen menurun, kita harus cari jalan lain. Saya memanfaatkan digitalisasi, buat konten edukatif dan hiburan di kolam lele, live TikTok, hingga berjualan lewat TikTok Shop," jelas Rio saat berbagi pengalaman dalam acara Sosialisasi dan Internalisasi Penyedia Layanan Pengembangan Usaha (PLPU) di Pokdakan Kembar Sejahtera, Kelurahan Pakembaran, Selasa, 22 September 2026.
Rio mengatakan, inovasi pemasaran yang dilakukan dengan konten digital dan siaran langsung ( live Tik Tok) penjualan olahan ikan rutin di Pasar Kemantran, Kecamatan Kramat berhasil mendongkrak omzet usahanya secara signifikan.
Baca Juga: Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Sebut Budidaya Lele Kian Diminati Pemuda
Selain sukses jualan online, Rio yang menekuni budidaya lele sejak 2023, kini juga rutin memasok kebutuhan gizi masyarakat sebanyak 300 kg atau 3.000 ekor lele tiap pekannya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Melalui pemasaran digital, saya tidak perlu kemana- mana , SPPG yang datang ke tempat usaha.Mereka tahu dari konten Tik Tok Jaka Sura Fish ," tuturnya.
Langkah kreatif pembudidaya muda seperti Rio mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Perikanan Kabupaten Tegal. Pemasaran digital dinilai menjadi solusi nyata untuk mengatasi lesunya pasar.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, Riesky Trisbiantoro, berharap agar ruang-ruang pendampingan dan diskusi seperti ini makin memicu minat generasi muda untuk terjun ke bisnis perikanan.
"Mudah-mudahan ini semakin menarik minat teman-teman untuk menggeluti sektor perikanan. Kalau dulu perikanan identik dengan nelayan, sekarang berbeda. Ini adalah potensi besar yang sangat prospektif untuk digarap," ungkapnya. ***