Dinas Perikanan Kabupaten Tegal Sebut Budidaya Lele Kian Diminati Pemuda

Selasa, 22 September 2026 | 19.35 WIB
Pelaku Wirausaha Pemuda (WP) 2026, pengolah pemasar hasil perikanan, pembudidaya, serta pengelola Kopersasi Desa Merah Putih ( KDMP) berdiskusi tentang pengembangan usaha perikanan pada acara Sosialisasi dan Internalisasi Penyedia Layanan Pengembangan Usaha (PLPU) pada Selasa, 22 September 2026.
Pelaku Wirausaha Pemuda (WP) 2026, pengolah pemasar hasil perikanan, pembudidaya, serta pengelola Kopersasi Desa Merah Putih ( KDMP) berdiskusi tentang pengembangan usaha perikanan pada acara Sosialisasi dan Internalisasi Penyedia Layanan Pengembangan Usaha (PLPU) pada Selasa, 22 September 2026.

Dinas Perikanan Kabupaten Tegal menyebut budidaya lele kian diminati pemuda, didukung pasar luas, siklus cepat, dan kebutuhan pasokan program MBG.

​SLAWI, Puskapik.com– Dinas Perikanan Kabupaten Tegal menggelar acara Sosialisasi dan Internalisasi Penyedia Layanan Pengembangan Usaha (PLPU), Selasa, 22 September 2026.

Acara berlangsung di rumah Wasjuri, salah satu anggota Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Kembar Sejahtera, Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi,

Kegiatan ini fokus pada program pengelolaan dan pembudidayaan ikan air tawar, khususnya sub-kegiatan pembinaan dan pembudidayaan ikan di darat.

Baca Juga: Lajur Kanan Jalan Pagojengan Brebes Mulai Dicor, Arus Lalin Masih Buka-Tutup

​Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas pelaku Wirausaha Pemuda (WP) 2026, pengolah dan pemasar hasil perikanan, pembudidaya, serta pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir dalam diskusi tersebut.

​Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, Riesky Trisbiantoro, berharap program pendampingan ini terus memicu minat anak muda. Menurutnya, citra perikanan kini sudah bergeser dari sekadar tangkapan laut menjadi peluang bisnis yang sangat prospektif.

​"Kalau dulu perikanan identik dengan nelayan, sekarang berbeda. Ini adalah potensi besar yang sangat prospektif untuk digarap," tegas Riesky.

Baca Juga: Sisir Blok Hunian Lapas Plantungan Kendal, Petugas Tak Temukan Barang Terlarang

​Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pemasaran, dan Pengolahan Hasil Perikanan, Darmanto, mengungkapkan bahwa budidaya lele menjadi komoditas favorit yang paling diminati generasi muda.

Selain karena siklus budidayanya yang cepat dan pasar yang luas, lonjakan permintaan lele juga didorong oleh hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memenuhi pasokan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

​"Saat ini sudah ada sekitar 300 pembudidaya pembesaran lele yang berkembang. Di kalangan pemuda juga mulai tumbuh ketertarikan tinggi pada budidaya lele," ujar Darsono.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Penginapan Purwokerto, Pemuda Asal Brebes Jadi Tersangka

​Guna mendukung peningkatan produksi lele lokal, Dinas Perikanan menyalurkan Bantuan Paket Lele Lahan Kering tahun 2026 kepada Pokdakan Pagiyanten (Kecamatan Adiwerna) dan Pokdakan Karangmulya (Kecamatan Kedungbanteng) berupa kolam bundar, benih lele, pakan, probiotik, hingga bak sortir.

Guna mendukung produktivitas, Dinas Perikanan memfasilitasi pendampingan berupa Bantuan Paket Lele Lahan Kering.

Pada tahun 2026, akibat keterbatasan anggaran, dinas menyalurkan dua paket bantuan berdasarkan usulan penyuluh perikanan kepada Pokdakan Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna dan Pokdakan Karangmulya Kedungbanteng.

​Setiap paket bantuan memuat fasilitas lengkap, berupa 4 unit kolam bundar diameter 2 meter,​ 6.000 ekor benih lele, 600 kg pakan (dari pendederan hingga panen), ​Probiotik dan bak sortir. ***