Universitas Bhamada Slawi Wisuda 741 Lulusan, Kepala LLDIKTI VI Soroti Kelangkaan Perawat di Jateng

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17.42 WIB
Para wisudasan dan wisudawati mengikuti Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda IX dan Angkat Sumpah Profesi di Auditorium Prof Tri Jaka Kartana, M.Si., Kamis, 15 Oktober  2026.
Para wisudasan dan wisudawati mengikuti Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda IX dan Angkat Sumpah Profesi di Auditorium Prof Tri Jaka Kartana, M.Si., Kamis, 15 Oktober 2026.

Universitas Bhamada Slawi wisuda 741 lulusan. Kepala LLDIKTI VI soroti kelangkaan perawat di Jawa Tengah dan minta wisudawan segera tangkap peluang kerja.

SLAWI, Puskapik.com– Universitas Bhamada Slawi menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda IX dan Angkat Sumpah Profesi di Auditorium Prof. Tri Jaka Kartana, M.Si., Kamis, 15 Oktober 2026.

Pada periode ini, universitas meluluskan 741 wisudawan. Prosesi wisuda dibagi ke dalam dua sesi demi kelancaran acara. Sesi pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan diikuti oleh 344 wisudawan, sedangkan sesi kedua pada siang hari melantik sebanyak 397 wisudawan.

Pada wisuda IX ini, lulusan terbanyak disumbang oleh Program Studi (Prodi) S-1 Ilmu Keperawatan sebanyak 215 wisudawan, disusul S-1 Farmasi (182), D-3 Keperawatan (134), serta Profesi Ners (121). Sisanya berasal dari Profesi Apoteker (27), S-1 Informatika (16), D-4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (13), D-3 Kebidanan Slawi (12), S-1 Bisnis Digital (10), D-3 Kebidanan Kampus Pekalongan (10), serta Prodi S-1 Kewirausahaan (1).

Dalam sidang terbuka tersebut, universitas memberikan apresiasi tinggi kepada 12 wisudawan peraih nilai akademik terbaik. Penghargaan IPK tertinggi diraih oleh Mohammad Irfan dari profesi Ners dengan IPK sempurna 4,00.

Lulusan terbaik lainnya yakni Sania Ali Fatimah dari Prodi D- 3 Kebidanan dengan IPK 3,70, Sely Nova Prasetya dari D-3 Kebidanan Kampus Pekalongan ( IPK 3,70), Nia Amelia Rizqi dari D-4 K3 (IPK 3,77), Zahrotunnisa dari D-3 Keperawatan (IPK 3,89), Ummu Hubaib Al ' Illiyyah dari profesi apoteker( IPK 3,84), Palomitha Huwan dari S-1 Bisnis Digital (IPK 3,87), Bahtiar dari S-1 Kewirausahaan (IPK 3,82) dan Ariani Dwi Septi dari S-1 Informarika ( IPK 3,94).

Baca Juga: Diduga Masalah Asmara, Petani di Kendal Meninggal Usai Berduel

Penghargaan juga diberikan kepada Darojatun Aulia Rahmah dari S-1 Ilmu Kerawatan reguler (IPK 3,89), Ayu Karunia Saputri dari S1 Ilmu Keperawatan (IPK 3,67) dan Umi Fitriyani dari S-1 Farmasi ( IPK 3,80).

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. apt. Oktariani Pramiastuti, M.Sc., menyampaikan bahwa seluruh lulusan telah melewati proses pendidikan berbasis standar mutu yang ketat. Dengan bertambahnya 741 orang hari ini, Universitas Bhamada tercatat telah memiliki total alumni sebanyak 2.883 orang sejak awal berdiri.

Hadir langsung dalam acara tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Aisyah menegaskan bahwa 741 lulusan hari ini sudah sah secara hukum dan ijazahnya terdaftar resmi. Namun, ia memberikan sorotan tajam mengenai kurangnya ketenagakerjaan medis di Jawa Tengah.

"Berdasarkan data BPS, Indonesia sebenarnya masih kekurangan tenaga perawat dan bidan hingga lebih dari 20 persen atau setara ratusan ribu orang. Utamanya terjadi di tiga wilayah besar, termasuk di Jawa Tengah ini. Ini aneh, ke mana lulusannya kok sampai kurang?" ujar Prof. Aisyah heran.

Ia menggarisbawahi bahwa mayoritas profesi ners dan bidan digeluti oleh perempuan. Berdasarkan data kolegium, banyak lulusan ners dan bidan pada akhirnya memilih tidak bekerja atau berhenti berkarier setelah menikah.

Baca Juga: Kemiskinan Jateng Turun, Ahmad Luthfi Gandeng Kampus Turun Tangan sampai Desa

Padahal, peluang kerja nakes di Jawa Tengah sangat melimpah, mengingat daerah ini memiliki ratusan rumah sakit umum, 87 rumah sakit khusus, serta jejaring Puskesmas yang banyak.

Prof. Aisyah mendesak para lulusan baru Universitas Bhamada Slawi agar tangguh (fight) dalam menangkap lowongan pekerjaan tersebut guna menutup defisit nakes di Jateng.

Selain prosesi wisuda, acara juga diisi dengan angkat sumpah profesi massal serta penyematan pin dari organisasi profesi seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Rektor Universitas Bhamada Slawi, Dr. Maufur, mengingatkan agar para wisudawan tidak melupakan esensi janji yang diucapkan.

"Sebagian alumni sudah bekerja, sebagian lanjut studi, dan sebagian lagi kami harap segera memperoleh pekerjaan. Di dalam sumpah profesi semua mengandung makna janji, sikap kita ke depan, dan harapan yang harus menjadi bahan pokok dalam melangkah di kehidupan sehari-hari," pungkasnya. ***

Artikel Terkait