Wakil DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani Kasih Solusi Atasi Kekeringan di Pantura

Kamis, 13 Agustus 2026 | 16.37
Rudi Indrayani. (Dok)
Rudi Indrayani. (Dok)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rudi Indrayani mendorong kerja sama dengan PDAM Pemalang sebagai solusi kekeringan dan krisis air di wilayah Pantura.

SLAWI, puskapik.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Gerindra, Rudi Indrayani kasih solusi atasi kekeringan di wilayah Pantura Kabupaten Tegal.

"Kekeringan saat musim kemarau sudah berlangsung puluhan tahun. Belum ada solusi untuk mengatasi kekeringan di Pantura," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Gerindra, Rudi Indrayani, Kamis 13 Agustus 2026.

Dikatakan, upaya kerjasama Pemkab Tegal dengan Pemkab Pemalang yang sejak beberapa tahun lalu dijalin, belum ada realisasinya. Pihaknya mendorong agar kerjasama itu bisa segera direalisasikan. Pasalnya, solusi yang paling realistis dengan menjalin kerjasama dengan PDAM Pemalang.

Baca Juga: Dishub Batang Petakan Parkir Insidentil, Potensial Tingkatkan Pendapatan Daerah

"Sumur artetis tidak memungkinkan, karena terlalu dalam ngebornya," katanya.

Rudi menyampaikan kerjasama dengan PDAM Pemalang masih mungkin dilakukan. Asalkan, kerjasama bisa saling menguntungkan. Sejauh ini, jaringan Perumda Tirta Ayu Slawi baru sampai di sebagian wilayah Kramat. Sedangkan, wilayah Suradadi dan Kramat belum masuk jaringan.

"Tahun ini, tambah parah karena Bendung Cipero jebol. Suplai air bersih dan air pertanian tidak ada," terang Rudi yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Tegal itu.

Lebih lanjut dikatakan, Bendung Cipero yang jebol beberapa bulan lalu, sempat dilakukan perbaikan. Akan tetapi, kembali jebol diterjang banjir. Hingga kini, bendung belum kembali diperbaiki. Jebolnya Bendung Cipero membuat petani kekurangan suplai air ke lahan pertanian. Imbasnya, banyak tanaman gagal panen.

Baca Juga: Tim Gabungan Polresta Batang Evakuasi Macan Kumbang yang Masuk Permukiman Warga

"Hasil panen padi musim tanam kali ini yang biasanya 1 hektare 8 ton, tapi hanya 1 ton. Ini imbas Bendung Cipero," pungkasnya.

Artikel Terkait