Warga RW 07 Pangkah Gelar Shalat Istisqa Memohon Hujan

Warga RW 07 Griya Pangkah Indah, Tegal, gelar shalat istisqa memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang berdampak pada warga dan pertanian.
SLAWI, Puskapik.com - Warga RW 07 Pangkah Kabupaten Tegal melaksanakan shalat istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih dan kebutuhan pertanian di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya.
Shalat memohon hujan diselenggarakan Takmir Masjid Baitul Muttaqin Griya Pangkah Indah digelar di lapangan Griya Pangkah Indah pada Minggu, 25 Oktober 2026, tepat pukul 07.30 WIB dan diikuti ratusan warga berbagai usia. Bertindak selaku imam shalat sunah dua rekaat ini H Sukaryo, khatib Muchtar Mawardi dan selaku bilal Agus Susanto.
Takmir Masjid Baitul Muttaqin Daryono Yusuf mengatakan, shalat istisqa dilaksanakan atas permintaan warga muslim di komplek perumahan tersebut.
“Kami mewakili kaum muslimin dan muslimat, semoga dikabulkan doa-doa kita semua,” sebutnya.
Baca Juga: Tiga Besar Nama-nama Peserta Lelang Jabatan Eselon II di Kabupaten Tegal, Ini Daftarnya
Daryono menuturkan, shalat sunah memohon hujan turun, baru pertama kali digelar di wilayah RW 07. Meskipun, beberapa waktu lalu, hujan turun di wilayah tersebut selama 30 menit, namun warga tetap melaksanakan shalat istisqa.
Dalam ceramahnya, Muchtar Mawardi mengajak masyarakat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
“Alhamdulillah sebelum shalat istisqa ini, beberapa hari yang lalu, Allah, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang telah menurunkan hujan untuk membasahi bumi yang kita tinggali ini. Kita berkumpul di sini untuk memohon kepada Allah, semoga menurunkan hujan lanjutan sebagai rahmat dan pertolongan-Nya kepada kita,” tuturnya.
Muchtar menambahkan, hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan Rahmat dan rezeki dari Allah SWT.
“Ketika hujan tertahan hendaknya kita tidak hanya memikirkan sebab-sebab lahirlah , tetapi juga bermuhasabah terhadap keadaan diri kita. Mari perbanyak istighfar, bertobat, serta kembali berpegang teguh pada agama dan ajaran Allah SWT,” sebutnya.
Ia menyoroti soal masih berlangsungnya bencana alam yang memprihatinkan di muka bumi nusantara ini. Diantaranya praktik pertambangan ilegal yang semakin marak, pembakaran lahan pertanian, sampah, pohon-pohon di tepi jalan, lahan gambut bahkan hutan, yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab , merusak kelestarian alam.
Baca Juga: Pemkot Tegal Soroti Ancaman Polarisasi di Kalangan Pemuda
Kerusakan lingkungan ini bukan perkara sepele. Apalagi ketika udara dipenuhi asap, dan kehidupan masyarakat terancam, negara tetangga sudah memberi peringatan kepada negara Indonesia.
“Sesungguhnya kita sedang berhadapan dengan persoalan dengan persoalan moral, kemanusiaan dan tanggung jawab, baik pemerintah dan seluruh masyarakat,” imbuhnya.
Di akhir khotbahnya, ia mengimbau umat beriman agar tidak saling menyalahkan, melainkan fokus berkontribusi mencari solusi bersama pemerintah. Warga diajak untuk menjaga kelestarian alam dengan tidak melakukan tindakan ceroboh seperti membakar hutan, menebang pohon sembarangan, atau membakar sampah yang dapat merugikan hajat hidup orang banyak.
Sembari menunggu turunnya hujan, masyarakat juga dianjurkan untuk terus memperbanyak amalan baik, mulai dari bersedekah, mengembalikan hak orang lain, hingga mendamaikan perselisihan di lingkungan sekitar.***
Artikel Terkait

Dari Evakuasi hingga Padamkan Titik Api: Aksi Sigap Relawan Jaga Keamanan Gunung Sumbing

Kekeringan di Jatimulya Parah, DPC Gerindra Kabupaten Tegal Salurkan 6 Tangki Air Bersih

Balap Sepeda Sumbang Emas Porprov, Kota Tegal Masih Bidik Medali Tambahan
