Pemkot Tegal Soroti Ancaman Polarisasi di Kalangan Pemuda

Pemkot Tegal menyoroti ancaman polarisasi pemuda, perundungan siber, dan tawuran. Penguatan nilai Pancasila dinilai penting untuk menjaga persatuan dan keberagaman.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal menyoroti tantangan dalam menjaga persatuan dan wawasan kebangsaan di tengah perubahan sosial, pengaruh media sosial hingga kenakalan remaja.
Penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai penting untuk menjaga keberagaman dan mencegah perpecahan di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Tegal, Moh Afin, dalam seminar dan diskusi wawasan kebangsaan serta pendidikan Pancasila yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tegal di Hotel Premiere, Minggu 25 Oktober 2026.
Baca Juga: Wisata Guci Jadi Tuan Rumah Kejurda ALTI Jateng 2026, Ribuan Runner Selusuri Gunung Slamet
Afin mengatakan, perjalanan Indonesia selama lebih dari delapan dekade kemerdekaan perlu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen masyarakat terhadap bangsa dan negara.
Menurut Afin, setiap pergantian kepemimpinan nasional membawa kelebihan dan kekurangan.
Namun, hal tersebut tidak boleh mengurangi komitmen masyarakat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.
Baca Juga: HIV/AIDS Tinggi Hingga Persoalan Kos-Kosan untuk Check-in, MUI Tegal Lakukan Langkah Ini
"Kita tingkatkan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara. Jangan sampai ada lagi bagian dari negara kita yang lepas dari NKRI," kata Afin.
Afin mengingatkan masyarakat untuk memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Afin, perlu menjadi pegangan bersama dalam menghadapi dinamika sosial, termasuk potensi konflik antarkelompok yang dapat dipicu oleh informasi di media sosial.
Dalam konteks Kota Tegal, karakter masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan pekerja keras dinilai sebagai modal sosial untuk merawat keberagaman.
"Karakter inilah yang perlu diimbangi dengan pemahaman kebangsaan agar perbedaan tidak berkembang menjadi pertentangan," ucap Afin.
Ancaman lain yang menjadi perhatian adalah perundungan siber atau cyberbullying serta kenakalan remaja, termasuk tawuran dan polarisasi antarkelompok pemuda.
Dalam seminar tersebut, nara sumber Maufur turut memaparkan konsep wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila.
Rektor Universitas Bhamada ini menjelaskan, wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan menempatkan persatuan wilayah, tanah, air dan udara sebagai satu kesatuan.
Penerapan nilai kebangsaan, menurut Maufur, dapat diwujudkan melalui sikap cinta tanah air, pengamalan Pancasila serta kesediaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Nilai-nilai ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi perbedaan pandangan dan menjaga hubungan antarkelompok masyarakat," jelas Maufur. **
Artikel Terkait

Wisata Guci Jadi Tuan Rumah Kejurda ALTI Jateng 2026, Ribuan Runner Selusuri Gunung Slamet

HIV/AIDS Tinggi Hingga Persoalan Kos-Kosan untuk Check-in, MUI Tegal Lakukan Langkah Ini

Cegah Perundungan, Ribuan Insan Pendidikan Pemalang Teken Pakta Integritas
