Wisata Guci Jadi Tuan Rumah Kejurda ALTI Jateng 2026, Ribuan Runner Selusuri Gunung Slamet

Kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal, menjadi tuan rumah Kejurda ALTI Jateng 2026 yang diikuti 1.031 pelari dalam ajang Slamet Trail Run.
SLAWI, puskapik.com - Assosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) ALTI Jateng 2026 di kawasan Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal pada 24-25 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk Slamet Trail Run 2026 itu, diikuti sekitar 1.031 runner dari kategori yakni 7K, 15K, 45K dan 3K atau atau Fun Trail.
Slamet Trail Run 2026 yang start dan finis di Hotel Gulala Azana Guci, meriah saat pembukaan pada Sabtu malam 24 Oktober 2026 pukul 18.30 WIB.
Baca Juga: HIV/AIDS Tinggi Hingga Persoalan Kos-Kosan untuk Check-in, MUI Tegal Lakukan Langkah Ini
Kegiatan yang dibuka Sekda Provinsi Jateng yang juga Ketua ALTI Jateng, Sumarno SE MM itu, diawali untuk Trail Run kategori 24K menyesuri Gunung Slamet menuju ke puncak.
Dalam sesi konferensi pers, Sumarno mengatakan, Kejurda ALTI Jateng menjadi salah satu sarana untuk menjaring atlet potensial yang dapat memperkuat Jawa Tengah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Menurutnya, lari lintas alam memiliki tantangan tersendiri karena atlet harus menyesuaikan kemampuan fisik dengan kondisi medan dan lingkungan.
Baca Juga: Cegah Perundungan, Ribuan Insan Pendidikan Pemalang Teken Pakta Integritas
Karena itu, kompetisi ini diharapkan menjadi kesempatan bagi atlet kabupaten dan kota untuk mengukur hasil latihan sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sumarno juga mengingatkan bahwa olahraga lari lintas alam berkaitan erat dengan upaya menjaga kelestarian alam. Terlebih, kawasan Gunung Slamet menghadapi persoalan berkurangnya sumber air yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Berkurangnya sumber air di Gunung Slamet harus menjadi perhatian kita bersama. Kita perlu menjaga vegetasi di kawasan ini agar kelestarian alamnya tetap terpelihara," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, adalah penanaman pohon untuk mendukung kelestarian vegetasi di kawasan Gunung Slamet.
Sumarno berharap Kejurda ALTI Jateng dapat melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Ia juga membuka peluang Jawa Tengah menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) lari trail pada 2027.
Di sisi lain, Ia mendorong pengembangan olahraga lari lintas alam sebagai daya tarik wisata daerah. Namun, ia menegaskan keselamatan peserta tetap harus menjadi prioritas selama perlombaan berlangsung.
"Tujuan kita berolahraga adalah agar sehat dan bahagia. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas utama," tegasnya.
Project Director Slamet Trail Run dan Kejurda ALTI Jateng, Alex Fajar menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kedua setelah ajang serupa digelar di Purbalingga pada tahun lalu.
Dari total 1.031 peserta, sebanyak 908 orang mengikuti kategori umum dan 123 lainnya berlaga dalam Kejurda ALTI Jateng. Panitia menyediakan lima kategori lomba, yakni 45K, 25K, 15K, 7K, dan 5K atau Fun Trail.
"Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan menjadi gunung yang diidam-idamkan oleh para atlet lari di Jawa Tengah," kata Alex.
Menurut Alex, pemilihan Guci sebagai lokasi lomba juga membawa misi memperkenalkan kembali kawasan wisata tersebut kepada masyarakat luas. Melalui konsep sport tourism, panitia ingin menunjukkan kesiapan Guci untuk kembali menjadi tujuan wisata.
"Kami ingin memublikasikan bahwa Guci sudah pulih dan mengajak masyarakat dari seluruh Indonesia untuk berwisata ke Guci, Kabupaten Tegal," ujarnya.
Slamet Trail Run 2026 juga menawarkan total hadiah Rp 97,5 juta. Panitia turut melibatkan masyarakat setempat agar penyelenggaraan kegiatan memberikan manfaat lebih luas bagi warga di sekitar kawasan wisata. **



