APINDO Tegal Didorong Jadi Magnet Investasi, Realisasi Tahun 2022 Bukti Potensi Besar
Kamis, 25 September 2025 | 23.03

TEGAL, puskapik.com - Pelantikan Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO Kota Tegal masa bakti 2025-2030, pada Rabu 24 September 2025 di Ruang Adipura, menjadi titik awal untuk memperkuat pe...
TEGAL, puskapik.com - Pelantikan Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO Kota Tegal masa bakti 2025-2030, pada Rabu 24 September 2025 di Ruang Adipura, menjadi titik awal untuk memperkuat peran APINDO dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Beberapa data dan tren ekonomi Kota Tegal dan sekitarnya menunjukkan tantangan sekaligus peluang bagi kepengurusan baru APINDO.
Dari data Rekap Investasi di Kota Tegal Semester I 2025 di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), mencerminkan perhatian pemerintah terhadap transparansi realisasi investasi.
Kontribusi sektor ekonomi di Kota Bahari ini menunjukkan bahwa industri pengolahan menyumbang sekitar 14,17 persen dari PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. Sementara dari sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan, mendominasi dengan porsi lebih besar.
Dari sisi potensi sektor, Kota Tegal dikenal memiliki kekuatan di sektor industri logam seperti spare part dan komponen, pariwisata bahari dan kuliner.
Sementara itu, studi histori juga menunjukkan bahwa pada 2022, ketika target investasi Kota Tegal ditetapkan Rp 1,79 triliun, realisasinya justru melejit hingga Rp 3,19 triliun. Sebuah lonjakan yang menggambarkan potensi ruang pertumbuhan bila iklim investasi kondusif.
Data-data tersebut menunjukkan bahwa Kota Tegal memiliki basis ekonomi yang didominasi oleh industri pengolahan, perdagangan dan jasa penunjang, dengan potensi kuat di sektor kuliner, pariwisata pantai serta industri logam.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyentil bahwa Kota Tegal harus menjadi magnet investasi. Pernyataan itu bukan sekadar simbol, melainkan tantangan yang harus dijawab kepengurusan APINDO yang baru dilantik.
Menurut Dedy Yon, sejumlah area strategis yang bisa jadi fokus utama menjadi magnet investasi yakni, peningkatan kemudahan prosedur investasi dan regulasi, penciptaan efek pengganda, penyerapan tenaga kerja dan sinergi pemerintah dengan pengusaha dan masyarakat.
“APINDO idealnya menjadi forum reguler dialog antara pengusaha dan pemerintah. Jadi hambatan di lapangan seperti perizinan, infrastruktur maupun fiskal, bisa segera ditangani bersama,” ucap Dedy Yon.
Sementara itu, Ketua APINDO Kota Tegal, Sugiyanto mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan peran APINDO sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah.
“Kami ingin APINDO menjadi mitra nyata dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga investor tertarik menanamkan modal di Kota Tegal,” ujar Sugiyanto. **



