Atasi 160 Ton Sampah per Hari, Rutela Gandeng Sekolah hingga Bank Sampah di Tegal

Minggu, 5 Oktober 2025 | 21.45

TEGAL, puskapik.com - Produksi sampah di Kota Tegal yang mencapai 160 ton per hari mendorong Komunitas Runtah Tegal Laka-Laka atau Rutela memperluas gerakan edukasi daur ulang. Melalui MoU yang difasi...

TEGAL, puskapik.com - Produksi sampah di Kota Tegal yang mencapai 160 ton per hari mendorong Komunitas Runtah Tegal Laka-Laka atau Rutela memperluas gerakan edukasi daur ulang. Melalui MoU yang difasilitasi Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tegal, Rutela kini menggandeng sekolah, bank sampah hingga kelompok masyarakat untuk memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan. Kerja sama itu ditandatangani pada Sabtu 4 Oktober 2025 dengan melibatkan enam mitra, yakni Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal, SMA Al Irsyad, SD IT Usamah, SMP IT Usamah, Bank Sampah Anggrek RW VII Kelurahan Panggung dan PKK Desa Talok Pangkah. Dalam kesempatan itu juga diluncurkan Kurikulum Edukasi Daur Ulang Limbah Non B3 Rutela yang ditujukan untuk sekolah dan komunitas. Ketua Komunitas Rutela, Supriyadi Yos mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah penting membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur, bukan hanya aksi pengumpulan sampah. "Dengan kurikulum edukasi daur ulang limbah non B3, semoga dapat membantu proses transfer keterampilan daur ulang kepada generasi muda, sekolah dan berbagai lapisan masyarakat agar gerakan ini bisa diteruskan secara luas," kata Yos. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetya mengingatkan masalah sampah di Tegal menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Menurut Yuli, pertumbuhan penduduk membuat produksi sampah di Tegal mencapai 160 ton per hari. "Jika tidak diimbangi dengan perubahan perilaku dan pengelolaan yang baik, tempat pembuangan akhir atau TPA akan cepat penuh," jelas Yuli. Yuli berharap kurikulum edukasi daur ulang yang diinisiasi Rutela dapat membantu mengubah kebiasaan masyarakat agar lebih bijak mengelola sampah. Peran Pertamina Dorong Kolaborasi Pjs Fuel Terminal Manager Tegal, Yosef Eka Putra, menilai kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi kolaborasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti di pelatihan teknis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya bisa memberi nilai tambah bagi aspek ekonomi, sosial, dan pendidikan," ujar Eka. Peluncuran Kurikulum Edukasi Rutela menjadi bagian penting dari agenda kerja sama tersebut. Kurikulum ini disusun agar materi edukasi daur ulang bisa disesuaikan dengan karakteristik peserta, mulai dari siswa sekolah dasar hingga komunitas warga. Kegiatan diawali dengan diskusi lintas pihak dan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU. Semua pihak yang hadir juga membubuhkan tanda tangan dukungan sebagai bentuk komitmen untuk memperluas edukasi daur ulang di Kota Tegal. **

Artikel Terkait