Baca 34 Puisi, Kampung Seni Tegal Tetap Kobarkan Semangat 17 Agustus

Peringati HUT ke-81 RI, Kampung Seni Tegal gelar Baca Puisi 81 Judul. Puluhan seniman membacakan karya bertema nasionalisme, kritik sosial, dan antikorupsi.
TEGAL, puskapik.com - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia diwarnai cara berbeda di Kampung Seni Tegal.
Melalui gelaran bertajuk 'Baca Puisi 81 Judul', para seniman menghadirkan refleksi kemerdekaan lewat karya sastra di Panggung Alit Kampung Seni Tegal, Kompleks PAI, Senin 17 Agustus 2026.
Puluhan penyair dan seniman dari Tegal hingga Brebes ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Detik-Detik Evakuasi Pendaki 16 Tahun Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Kedalaman 20 Meter
Mereka membacakan puisi karya tokoh nasional seperti Soekarno, W.S. Rendra dan Taufiq Ismail hingga karya penyair lokal Tegal.
Ketua Kampung Seni Tegal, Seful Mu'min, menyebut kegiatan ini menjadi kontribusi seniman dalam memaknai kemerdekaan, sekaligus menghidupkan kembali karya sastra yang sarat pesan perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air.
"Puisi-puisi yang dibacakan tidak hanya soal nasionalisme, tetapi juga kritik sosial hingga isu antikorupsi. Ini menjadi cara kami menjaga semangat kemerdekaan tetap relevan," ujar Seful.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, Tiga Orang Meninggal Dunia
Seful mengungkapkan, panitia semula menargetkan 81 judul puisi dibacakan, selaras dengan usia kemerdekaan Indonesia.
Namun, keterbatasan waktu membuat pembacaan hanya mencapai 34 judul, karena sebagian puisi memiliki durasi yang cukup panjang.
Meski tidak memenuhi target awal, Seful menegaskan hal tersebut tidak mengurangi semangat para seniman untuk terus berkarya dan merawat ruang ekspresi di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang untuk menghidupkan kembali sastra di tengah publik," kata Seful.
Melalui pembacaan puisi, Kampung Seni Tegal berharap nilai-nilai perjuangan, nasionalisme hingga keberanian menyuarakan kritik sosial dapat terus diwariskan, terutama kepada generasi muda, sebagai bagian dari makna kemerdekaan yang terus berkembang.


