Baznas Jateng Salurkan 3.001 Bantuan RTLH dan Jamban Senilai Rp 39,3 Miliar Sejak 2022

Baznas Jawa Tengah menyalurkan bantuan 3.001 unit RTLH dan jambanisasi senilai Rp39,32 miliar selama 2022–2026 untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
TEGAL, puskapik.com - Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah, telah menyalurkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni atau RTLH dan jambanisasi sebanyak 3.001 unit dengan nilai mencapai Rp 39,32 miliar selama periode 2022-2026.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Baznas Jateng, dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan data Baznas Jateng, bantuan itu terdiri atas pembangunan dan rehabilitasi 1.950 unit rumah tidak layak huni senilai Rp 35,74 miliar serta pembangunan 1.051 unit jamban dengan nilai Rp 3,58 miliar.
Baca Juga: Hari Santri di Kalijurang Brebes, dari Parade Terbang hingga Kaligrafi
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari sinergi Baznas dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan hunian layak dan sanitasi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi peran Baznas dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Gus Yasin, dana umat memiliki potensi besar untuk membantu mengatasi persoalan sosial apabila dikelola secara baik dan disalurkan melalui program yang tepat sasaran.
Baca Juga: Resolusi Jihad Era Kini, Ahmad Luthfi Gerakkan 555 Ribu Santri Jateng Perangi Kemiskinan
"Saya ucapkan terima kasih kepada Baznas yang hari ini mentasyarufkan sekitar 97 jamban dan ada empat rumah, senilai sekitar Rp 697 juta," kata Gus Yasin di Hotel Premiere Kota Tegal, Kamis 22 Oktober 2026.
Bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut menyasar sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang.
Gus Yasin menilai, program bantuan tersebut juga mencerminkan semangat Hari Santri, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Gus Yasin mengatakan, penguatan peran santri saat ini tidak hanya berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Penguatan santri hari ini bukan untuk mengusir penjajah, akan tetapi bagaimana membuat masyarakat ini lebih sejahtera yang ada di lingkungan kita," ujar Gus Yasin.
Gus Yasin berharap Baznas terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak dan sedekah, sehingga kepercayaan masyarakat semakin kuat dan manfaat penyalurannya semakin luas.
Gus Yasin menjelaskan, dana zakat yang dikelola Baznas antara lain bersumber dari aparatur sipil negara atau ASN.
Dana tersebut kemudian disalurkan kembali untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk pembangunan pondok pesantren, masjid dan taman pendidikan Al-Qur'an.
Menurut Gus Yasin, pengelolaan dana umat juga dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Gus Yasin mencontohkan inisiatif Baznas Jateng, dalam mengolah daging dam haji menjadi produk kalengan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu korban bencana maupun masyarakat fakir miskin.
"Jika ini dilakukan dengan baik, maka saya yakin bisa semakin bermanfaat," kata Gus Yasin.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, memaparkan bahwa program RTLH dan jambanisasi terus dilaksanakan sebagai bagian dari kontribusi lembaganya dalam mendukung pengentasan kemiskinan.
Pada 2026, berdasarkan data program yang dipaparkan, bantuan RTLH dialokasikan untuk 244 unit dengan nilai Rp 4,845 miliar.
Adapun bantuan jambanisasi dialokasikan untuk 18 unit dengan nilai Rp 114,66 juta.
Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Baznas Jateng dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah Jawa Tengah.



