Belajar dari Cina, Barongsai Kota Tegal Targetkan Dua Emas Porprov 2026

Tim Barongsai FOBI Kota Tegal targetkan 2 emas di Porprov Jateng 2026. Berbekal pengalaman dari kejuaraan di Cina, teknik baru siap diterapkan.
TEGAL, puskapik.com - Pengalaman berlaga di kompetisi internasional menjadi bekal Federasi Olahraga Barongsai Indonesia atau FOBI Kota Tegal, menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah XVII 2026.
Tak tanggung-tanggung, dua medali emas menjadi sasaran yang ingin dibawa pulang dari arena pertandingan.
Target tersebut dibidik melalui nomor pekingsai taolu bebas dan pekingsai kecepatan.
Sementara pada nomor naga kecepatan dan naga halang rintang, FOBI Kota Tegal membidik medali perak.
Ketua FOBI Kota Tegal, Adi Sentosa mengatakan, timnya telah mempersiapkan diri secara intensif untuk menghadapi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 27-29 Oktober 2026 di GOR Universitas Semarang.
Persiapan kali ini tidak hanya mengandalkan latihan rutin.
Baca Juga: Kendal Berburu 50 Emas, 72 Atlet Jadi Tumpuan di Porprov Jateng
Sejumlah pengalaman dan evaluasi dari kompetisi internasional turut menjadi bahan untuk meningkatkan kemampuan atlet.
Pada Januari 2026, FOBI Kota Tegal mewakili Indonesia dalam The 2026 Sanya Cup International Dragon and Lion Dance Elite Competition di Provinsi Hainan, Cina.
Tim berhasil membawa pulang medali perunggu atau menempati posisi ketiga.
Dari kompetisi tersebut, para atlet mendapatkan kesempatan mengamati teknik permainan yang diterapkan peserta dari negara lain.
Sejumlah gerakan yang dinilai lebih baik menjadi bahan pembelajaran untuk diterapkan dalam latihan.
"Kami banyak belajar dari Cina. Ada beberapa teknik gerakan mereka yang lebih bagus. Dari situ kami belajar banyak dan nanti akan diterapkan di Porprov," kata Adi, Jumat 16 Oktober 2026.
Menghadapi Porprov tahun ini, FOBI Kota Tegal memiliki modal dari hasil babak kualifikasi pada 2025.
Dari tujuh nomor yang dipertandingkan saat itu, tim mengikuti lima nomor dan berhasil meloloskan seluruhnya.
Hasilnya, medali emas diraih pada nomor pekingsai taolu bebas, sedangkan medali perak diperoleh dari pekingsai kecepatan.
Pada nomor naga kecepatan dan naga halang rintang, tim membawa pulang medali perunggu.
Adapun pada nomor naga taolu bebas, FOBI Kota Tegal menempati posisi keempat.
Hasil tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menentukan target pada Porprov.
Tim berupaya meningkatkan pencapaian, terutama pada nomor pekingsai yang kini ditargetkan meraih dua emas.
Untuk menunjang persiapan, FOBI Kota Tegal menjalankan program latihan secara intensif.
Pelatih dari luar kota juga beberapa kali didatangkan guna membantu meningkatkan kualitas teknik atlet.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Kendal Terkendala Permukiman Padat, 100 Meter Sulit Dikeruk
Komposisi tim terdiri atas lima atlet pekingsai dan 11 atlet naga, dengan dukungan dua orang pelatih dan ofisial.
Persiapan juga dilakukan melalui pembenahan sarana pertandingan.
FOBI Kota Tegal menyiapkan naga baru senilai Rp 9,5 juta dengan spesifikasi berat dan panjang yang disesuaikan dengan standar pertandingan.
Peralatan tersebut juga memiliki perubahan warna.
Sementara untuk nomor pekingsai, tim masih menggunakan peralatan lama berupa singa utara dengan karakteristik bulu yang lebih lebat.
Di luar kesiapan teknis, Adi menaruh perhatian pada kondisi fisik dan mental para atlet.
Menurutnya, kemampuan bertanding perlu ditopang kesiapan fisik, konsentrasi serta motivasi yang terjaga hingga pertandingan berlangsung.
Dukungan program latihan fisik dari KONI juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
Adi mengakui, bonus dapat menjadi salah satu faktor yang memotivasi atlet.
Namun, Adi tidak ingin hal tersebut menjadi satu-satunya alasan mereka berjuang.
Baginya, kebanggaan membawa nama daerah dan keinginan meraih prestasi harus tetap menjadi pegangan para atlet saat bertanding.
"Yang saya tekankan kepada anak-anak adalah semangat berjuang dan kebanggaan keluar sebagai pemenang. Jangan menjadikan bonus sebagai halangan atau hambatan. Tetap menjaga semangat," ujar Adi.***



