Bukan Sekadar Adik Kartini, Ini Kiprah Nyata Kardinah di Tegal

Sosok Raden Ayu Kardinah diangkat kembali sebagai pelanjut gagasan Raden Ajeng Kartini lewat aksi nyata bagi masyarakat.
TEGAL, puskapik.com - Nama Raden Ajeng Kartini selalu jadi sorotan tiap peringatan Hari Kartini, pada tanggal 21 April.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa adik kandungnya, Raden Ayu Kardinah, justru menerjemahkan gagasan besar sang kakak menjadi kerja nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.
Sosok Kardinah perlahan kembali diangkat ke permukaan melalui sebuah buku “Kardinah : Sebuah Biografi Pejuang Kemanusiaan” karya Yono Daryono.
Baca Juga: Gunung Slamet Terjadi 17 Kali Gempa Low Frequency, Aktivitas Warga Sawangan Tegal Tetap Normal
Dalam perbincangan dengan puskapik.com, Selasa 21 April 2026, Yono mengaku ketertarikannya pada Kardinah bermula dari sebuah rekaman lama.
"Saya menemukan kaset rekaman suara Ibu Kardinah tahun 1970, saat saya masih menjadi penyiar radio," ujar Yono.
Rekaman itu, lanjut Yono, berisi cerita langsung dari Kardinah tentang perjuangannya membangun rumah sakit di Tegal.
Baca Juga: Pria di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar, Polisi Lakukan Olah TKP
Dari situlah Yono Daryono mulai menelusuri lebih dalam kiprah adik Raden Ajeng Kartini tersebut.
Menurut Yono, selama ini sejarah terlalu menempatkan Kartini sebagai satu-satunya simbol perjuangan perempuan, sementara peran dua adiknya, Kardinah dan Roekmini sering terabaikan.
"Padahal Kardinah ini yang benar-benar menerjemahkan gagasan Kartini menjadi tindakan nyata," kata Yono.
Yono menjelaskan, jika Kartini menuangkan ide melalui surat-surat yang kemudian dibukukan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, maka Kardinah justru hadir lewat aksi konkret di tengah masyarakat.
Salah satu langkah besar Kardinah yakni mendirikan sekolah keterampilan bagi perempuan pribumi serta membangun fasilitas sosial, termasuk rumah sakit dan panti jompo.
"Rumah sakit itu bahkan dibangun dari hasil penjualan buku yang dia tulis sendiri. Itu luar biasa," ungkap Yono.
Dari penjualan buku panduan memasak dan membatik, Kardinah berhasil mengumpulkan sekitar 16 ribu gulden, jumlah yang sangat besar pada masanya, yang kemudian digunakan untuk membiayai pembangunan rumah sakit di Tegal.



