Gunung Slamet Terjadi 17 Kali Gempa Low Frequency, Aktivitas Warga Sawangan Tegal Tetap Normal

Aktivitas Gunung Slamet meningkat, namun warga lereng tetap beraktivitas normal. Status aman, masyarakat diminta hindari radius 3 km dari puncak.
SLAWI, puskapik.com - Aktivitas Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten Jateng, mengalami peningkatan sejak beberapa pekan lalu. Namun, warga di lereng Gunung Slamet di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, tetap beraktivitas normal.
"Kondisinya masih aman dan aktifitas seperti biasa," kata Kades Sigedong, Basyir saat dihubungi, Selasa 21 April 2026.
Dikatakan, Desa Sigedong yang merupakan salah satu desa yang berada di lereng Gunung Slamet itu, terdapat dusun yang sangat dekat dengan puncak Gunung Slamet.
Baca Juga: Pria di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar, Polisi Lakukan Olah TKP
Dukuh Sawangan yang hanya berjarak 6,5 kilometer dari puncak Gunung Slamet.
Namun, peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang terjadi sejak beberapa pekan lalu, tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga. Warga yang bertani tetap pergi ke ladang dan kegiatan ekonomi warga berjalan normal.
"Tidak ada kenaikan suhu di desa," kata Basyir. Informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, puncak Gunung Slamet mengalami kenaikan suhu menjadin 463 derajat celcius sejak 4 April 2026.
Baca Juga: Kartini Cilik dari Pekalongan, Zeline Queensha Bawa Misi Kebaya ke Panggung Nasional
Namun, kondisi itu tidak berimbas kepada warga Dukuh Sawangan. Kondisi cuaca yang sejuk dan dingin di Dukuh Sawangan tidak mengalami perubahan.
"Aman dan masih kondusif," ujar Kades Sigedong itu.
Dilansir dari situs MAGMA Indonesia, laporan per 24 jam tanggal 20 April 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, bahwa cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga sedang ke arah timur, selatan dan barat. Suhu udara sekitar 21.2-28.2°C, dan kelembaban 69-96 persen.
Pengamatan visual Gunung api itu, terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50 meter dari puncak.
Sedangkan pengamatan kegempaan, terjadi 7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm, dan lama gempa 30-40 detik.
Gempa low frequency terjadi 17 kali dengan amplitudo 3-4.5 mm, dan lama gempa 7-27 detik. Sementara itu, terjadi 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2-3.5 mm, S-P 29.3 detik dan lama gempa 81-200 detik. Selain itu, juga terjadi 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.
"Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak berada dan beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak G. Slamet," kata prmbuat laporan di MAGMA Indonesia, Albertus Galih Prasida Kastawa.
Artikel Terkait

32 Tim Ramaikan Turnamen Kapolres Tegal Cup IV, Perebutkan Hadiah Rp 150 Juta

Layanan SIM Hingga Gudang Senjata Api Polres Tegal Jadi Sasaran Tim Audit Tim Itwasda Polda Jateng

Bupati Tegal Tinjau Perbaikan Ruas Balamoa-Kemantran, Progres Capai 83%
