Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal 2025 Resmi Ditutup, Perolehan Capai Rp2,33 Miliar

Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal 2025 resmi ditutup dengan perolehan Rp2,33 miliar atau 97 persen target, mendukung program kemanusiaan PMI.
SLAWI, Puskapik – Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal Tahun 2025.
Kegiatan penutupan berlangsung di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Rabu (21/1/2026).
Penutupan Bulan Dana PMI dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal, Joko Kurnianto.
Dalam kesempatan tersebut, ia mewakili Plh Bupati Tegal Ahmad Kholid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Bulan Dana PMI, mulai dari perangkat daerah, unsur TNI/Polri, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat Kabupaten Tegal.
Joko Kurnianto menyampaikan bahwa perolehan dana Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal Tahun 2025, yang dilaksanakan pada periode 1 September hingga 31 Desember 2025, mencapai Rp2.332.737.300 atau sekitar 97 persen dari target bersih sebesar Rp2,4 miliar.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Tegal pada peringkat ketiga terbaik se-Jawa Tengah.
Menurutnya, capaian ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Kabupaten Tegal terhadap kegiatan kemanusiaan.
“Bulan Dana PMI memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, hingga kegiatan sosial dan kesehatan lainnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjut Joko, berkomitmen untuk terus mendukung PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan demi terwujudnya masyarakat yang tangguh, peduli, dan berkeadaban.
Sementara itu, Ketua Umum Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal yang juga Komandan Kodim 0712/Tegal, Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, menjelaskan bahwa perolehan bersih Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal sebesar Rp2.332.737.300 berasal dari perolehan kotor senilai Rp2.531.477.300.
Ia menyebutkan, sesuai ketentuan, biaya operasional maksimal sebesar 10 persen dari perolehan kotor.
Namun panitia hanya menggunakan 7,8 persen atau sekitar Rp198,7 juta untuk kebutuhan sekretariat, pencetakan kupon, sosialisasi, pemantauan, rapat-rapat, kegiatan pembukaan dan penutupan, serta pemberian penghargaan.
Rachmat juga menyampaikan terdapat 10 seksi usaha yang telah melunasi target 100 persen, di antaranya Kecamatan Dukuhwaru, Kecamatan Pangkah, anggota DPRD Kabupaten Tegal, PDAM Kabupaten Tegal, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain itu, UP2D/Samsat Slawi, anggota TNI Kodim 0712/Tegal, anggota Polri Polres Tegal, pelayanan KUA Kementerian Agama, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tegal.
Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, berharap perolehan Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal dapat terus meningkat setiap tahunnya sehingga mampu menempati peringkat pertama di Jawa Tengah.
Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program PMI, antara lain penanggulangan bencana, kesiapsiagaan dan bantuan darurat, serta kegiatan sosial kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.



