Bulog Tegal Kejar Target Serapan 93 Ribu Ton, Gandeng Kodim dan Dinas Pertanian

Rabu, 25 Februari 2026 | 10.10
Para petani didampingi personel TNI, menggiling padi dari hasil panen, sebagai wujud sinergi dan kolaborasi dengan Bulog.
Para petani didampingi personel TNI, menggiling padi dari hasil panen, sebagai wujud sinergi dan kolaborasi dengan Bulog.

Perum Bulog Cabang Tegal menargetkan serapan 93 ribu ton beras pada 2026, gandeng Kodim dan Dinas Pertanian optimalkan panen raya Maret-April.

TEGAL, puskapik.com - Perum Bulog Cabang Tegal, menargetkan serapan gabah setara 93 ribu ton beras pada 2026.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog bekerja sama dengan Kodim dan Dinas Pertanian, untuk mengoptimalkan penyerapan saat puncak musim panen Maret-April mendatang.

Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq, memimpin rapat koordinasi di Kantor Bulog Tegal pada Senin 23 Februari 2026.

Menurut Taufiq, sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memastikan serapan gabah petani berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Baca Juga: Gerakan Jawa Tengah ASRI yang Diinisiasi Ahmad Luthfi Menginspirasi Kepedulian Kebersihan Pantai

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tegal, Agung Rohman mengatakan, penyerapan dilakukan sesuai ketentuan.

Bulog hanya membeli gabah yang telah memasuki masa panen, bukan gabah yang dipanen sebelum waktunya atau dengan metode yang tidak sesuai.

"Dengan kolaborasi dan sinergi bersama TNI dan Dinas Pertanian, kita optimistis bisa mengoptimalkan serapan gabah. Tahun lalu sudah bagus, tahun ini kita tingkatkan lagi," kata Agung.

Dalam skema tersebut, Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan para penyuluh untuk memantau jadwal dan lokasi panen.

Sementara jajara Kodim menugaskan Babinsa mendampingi di lapangan.

Dengan pola tersebut, lokasi panen dapat terpetakan dan gabah kering panen atau GKP bisa langsung dibeli Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

Agung menjelaskan, gabah yang diserap nantinya akan diolah melalui mitra penggilingan.

Beras hasil pengolahan kemudian disimpan kembali di gudang Bulog sebagai cadangan beras pemerintah.

"Cadangan ini kita pakai untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP, bantuan pangan maupun kebutuhan penanganan bencana," tutur Agung.

Pada 2025, lanjut Agung, realisasi serapan Bulog Tegal mencapai 73 ribu ton setara beras dan melampaui target 100 persen.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait