Dari Bali ke Jakarta, Run For Rivers Singgah di Tegal Bersihkan Sungai

Minggu, 10 Mei 2026 | 14.33
Sungai Watch Indonesia membersihkan sampah di aliran Sungai Lemah Duwur, Kota Tegal, Minggu 10 Mei 2026.
Sungai Watch Indonesia membersihkan sampah di aliran Sungai Lemah Duwur, Kota Tegal, Minggu 10 Mei 2026.

Run For Rivers singgah di Tegal, Sungai Watch bersihkan Sungai Lemah Duwur dan kampanyekan kepedulian lingkungan cegah sampah ke laut.

TEGAL, puskapik.com - Sungai Watch Indonesia menggelar aksi bersih sampah di aliran Sungai Lemah Duwur, Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Minggu 10 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Run For Rivers 2026 yang menyasar wilayah pesisir utara Jawa.

Head of Operation Java Region Sungai Watch, Yudi Susanto mengatakan, aksi bersih sungai tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya kebersihan aliran sungai.

Baca Juga: Fix, Lokasi Sekolah Rakyat Batang Dibangun di Desa Clapar Subah, Ini Alasannya

"Program ini bertujuan mencegah sampah dari sungai mengalir ke laut. Kami juga ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya," kata Yudi.

Yudi menjelaskan, Run For Rivers 2026 telah dimulai dari Bali pada 28 Maret 2026 dan dijadwalkan berakhir di Jakarta pada 28 Mei 2028.

Program ini menyasar kota dan kabupaten di sepanjang Jalur Pantai Utara atau Pantura Jawa.

Selain kampanye bersih sungai, Sungai Watch juga menjalankan program pemasangan trash barrier di sejumlah daerah.

Baca Juga: Polisi Sapu Bersih Balap Liar di Purwokerto, 64 Pelanggar Langsung Ditindak

Fasilitas ini berfungsi menahan sampah agar tidak terbawa arus hingga ke laut.

Menurut Yudi, pemasangan trash barrier diprioritaskan di daerah yang telah memiliki fasilitas pendukung seperti gudang pengelolaan sampah.

Saat ini, Sungai Watch telah mengoperasikan lima gudang di Bali, dua di Banyuwangi serta satu di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Melalui kegiatan ini, kami juga memetakan potensi daerah yang memungkinkan untuk dibangun gudang baru sebagai pusat pengelolaan sampah," ujar Yudi.

Gudang tersebut memiliki luas minimal 2.000 meter persegi dan digunakan untuk memilah sampah hingga 30 kategori.

Selain itu, fasilitas tersebut dilengkapi mesin wash line untuk membersihkan sampah sebelum diolah lebih lanjut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait