Fix, Lokasi Sekolah Rakyat Batang Dibangun di Desa Clapar Subah, Ini Alasannya

Minggu, 10 Mei 2026 | 13.55
Sekolah Rakyat Batang
Kepala Dinsos Batang Willopo (kedua kanan), didampingi Camat Subah A Yasin dan Kapolsek Subah AKP Joko Supriyanto saat memberikan sambutan saat Sosialisasi pelayanan dukungan pembangunan Sekolah Rakyat di Kantor Dinsos Batang, Kabupaten Batang. (foto: Arif Suryoto/puskapik.com)

Lokasi Sekolah Rakyat Batang yang semula direncanakan di Kecamatan Bandar kini dipindahkan ke Desa Clapar, Kecamatan Subah.

BATANG, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat.

Lokasi Sekolah Rakyat Batang yang semula direncanakan di Kecamatan Bandar kini dipindahkan ke Desa Clapar, Kecamatan Subah.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batang, Willopo, lokasi di Desa Clapar dipilih karena dinilai lebih siap dari sisi tata ruang maupun dukungan infrastruktur dasar.

Baca Juga: Polisi Sapu Bersih Balap Liar di Purwokerto, 64 Pelanggar Langsung Ditindak

“Insyaallah 90 persen fix di Clapar. Karena kalau di Bandar masih masuk LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kalau Clapar memang kawasan permukiman perkotaan, jaringan listrik dan PDAM juga sudah mendukung,” kata Willopo saat ditemui di Kantor Dinsos Batang, Kabupaten Batang, Jumat (8/5/2026).

Dijelaskannya, antusiasme masyarakat Desa Clapar terhadap pembangunan Sekolah Rakyat juga sangat tinggi. Masyarakat dan kepala desanya sangat antusias mendukung pembangunan ini.

“Keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan mengingat jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Batang masih cukup tinggi,"katanya.

Berdasarkan data Dapodik Kabupaten Batang per 27 April 2026, tercatat sebanyak 551 siswa SD, 1.400 siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK di Kabupaten Batang mengalami putus sekolah.

Dijelaskan, kalau dilihat totalnya ada lebih dari 2.000 anak yang harus kembali melanjutkan pendidikan.

Rencananya, Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 8,3 hektare dengan fasilitas pendidikan yang lengkap mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

“Selain ruang kelas dan asrama, kawasan sekolah juga akan dilengkapi lapangan sepak bola berstandar nasional. SD nanti ada 18 ruang kelas, SMP sembilan ruang kelas, dan SMA sembilan ruang kelas. Ada juga asrama dan fasilitas pendukung lainnya,” terangnya.

Ia berharap, pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga pada tahun ajaran baru mendatang sekolah sudah mulai beroperasi.

Menggerakkan Ekonomi

Willopo juga menyebutkan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya membantu akses pendidikan masyarakat kurang mampu, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga pendukung lainnya.

“Perekrutan guru, tenaga pendidik sampai tenaga pendukung nanti tentu akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait