Eceng Gondok Sungai Kaligung Tegal Dibersihkan Sampai Jalan Serayu

Selasa, 13 Oktober 2026 | 10.36 WIB
Tim kebersihan PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal, mengangkut tanaman eceng gondok dari aliran Sungai Kaligung di Jalan Serayu, Selasa 13 Oktober 2026.
Tim kebersihan PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal, mengangkut tanaman eceng gondok dari aliran Sungai Kaligung di Jalan Serayu, Selasa 13 Oktober 2026.

Pembersihan eceng gondok Sungai Kaligung Tegal berlanjut hingga Jalan Serayu. PSDA menerjunkan petugas untuk menjaga kelancaran aliran sungai jelang musim hujan

TEGAL, puskapik.com - Pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran Sungai Kaligung, Kota Tegal, terus berlanjut.

Kali ini, penanganan tanaman air tersebut telah mencapai kawasan Jalan Serayu, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur.

Tim Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal, masih melakukan pengangkatan tanaman yang tumbuh di aliran sungai.

Baca Juga: Hasil Autopsi, Ini Penyebab Kematian Istri Dibunuh Suami di Brebes

Setelah pekerjaan di Jalan Serayu rampung, petugas berencana melanjutkan pembersihan ke Jalan Kemuning.

Lokasi tersebut kembali diusulkan untuk ditangani meski sebelumnya sudah pernah dibersihkan.

Sub Koordinator Pemeliharaan PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tegal, Wahyu Adi Sutopo mengatakan, pertumbuhan eceng gondok di Sungai Kaligung dipengaruhi kondisi aliran air yang tidak terlalu deras.

Baca Juga: 76.155 Warga Banyumas Terdampak Kekeringan, Pemkab Gelar Salat Istisqa

"Kalau alirannya sedikit lebih deras, mungkin saja eceng gondok tidak tumbuh subur seperti sekarang ini," kata Wahyu, Selasa 13 Oktober 2026.

Kemunculan kembali eceng gondok menjadi tantangan tersendiri dalam pemeliharaan sungai.

Karena itu, petugas harus melakukan pembersihan di sejumlah titik sesuai kebutuhan penanganan.

Tak hanya Sungai Kaligung, PSDA Kota Tegal juga melakukan pemeliharaan di sejumlah saluran lainnya.

Sebanyak lima tim dengan total 53 personel diterjunkan untuk menangani berbagai titik. Jumlah anggota setiap tim bervariasi, mulai dari delapan hingga 13 orang.

Pekerjaan meliputi saluran Jalan Karimunjawa hingga Jalan Sangir, aliran Sungai Siwareng menuju Perumahan Vero Permai, saluran Tuntang, Jalan Palopo ke arah timur, serta kawasan Jalan HOS Cokroaminoto.

Menurut Wahyu, untuk eceng gondok yang diangkat dari sungai, petugas tidak langsung mengangkut seluruhnya pada hari yang sama.

Tanaman tersebut terlebih dahulu diletakkan di daratan agar sedikit mengering.

Wahyu menjelaskan, proses pengangkutan dilakukan setelah tanaman dibiarkan selama satu hingga dua hari.

"Maksimal tiga hari sudah kita angkut, agar tanamannya sedikit mengering," ujar Wahyu.

Selain Sungai Kaligung, pertumbuhan eceng gondok juga berpotensi terjadi di aliran Sipesing dan Ragasela, Margadana.

Sementara itu, penanganan aliran Lemah Duwur berada dalam kewenangan Kaperbal Pemali-Comal.

Meski berbeda kewenangan, PSDA Kota Tegal tetap membantu mengangkut material yang sudah dikeluarkan dari aliran tersebut.

Bantuan diberikan karena tim dari Kaperbal Pemali-Comal belum memiliki kelengkapan transportasi untuk membawa material hasil pembersihan.

Wahyu mengingatkan, upaya petugas membersihkan sungai dan saluran perlu diimbangi kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Warga diharapkan tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase karena dapat menghambat aliran air.

Terlebih, memasuki musim hujan, kelancaran saluran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko genangan akibat aliran yang tersumbat. **

Artikel Terkait