Jateng Jadi Percontohan Menu MBG Ikan, HNSI : Bisa Dongkrak Ekonomi Nelayan

Program makan bergizi gratis berbasis ikan dinilai strategis. Libatkan nelayan dan UMKM, dorong ekonomi pesisir serta tingkatkan konsumsi protein masyarakat.
TEGAL, puskapik.com - Program Makan Bergizi Gratis dengan menu ikan yang ditargetkan hadir dua kali dalam sepekan dinilai menjadi langkah strategis, khususnya bagi daerah pesisir seperti Jawa Tengah.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Jawa Tengah, Riswanto, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
Menurut Riswanto, jika implementasi program ini melibatkan nelayan dan sektor pengolahan ikan, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi perekonomian masyarakat pesisir.
"Kalau benar-benar diterapkan dan merangkul nelayan serta pelaku usaha pengolahan ikan, ini sangat strategis. Bisa menambah pendapatan nelayan yang selama ini menjadi pahlawan gizi," ujar Riswanto, Rabu 15 April 2026.
Riswanto menjelaskan, ikan sebagai bahan baku memiliki nilai gizi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti nugget, bakso ikan, sosis, abon hingga kerupuk.
Dengan inovasi tersebut, kebutuhan menu MBG dapat disesuaikan dengan selera penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
Baca Juga: Cek Lokasi, Gubernur Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Solo Raya
Selain itu, Riswanto menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai daerah percontohan program tersebut.
Produksi ikan tangkap di wilayah Pantai Utara atau Pantura Jawa Tengah, termasuk Kota Tegal, dinilai cukup melimpah dan berkelanjutan.
Bahkan, sektor perikanan di Kota Tegal disebut menjadi salah satu penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP terbesar.
Pada 2026, kontribusinya mencapai sekitar Rp100,4 miliar, menempatkan Tegal sebagai salah satu daerah dengan produksi ikan tangkap terbesar setelah Muara Baru, Jakarta.
Wilayah Pantura lain seperti Kabupaten Brebes, Rembang, dan Pati juga disebut memiliki potensi serupa.
Sementara di wilayah selatan Jawa Tengah, pelabuhan perikanan di Cilacap, Kebumen, dan Purworejo turut menjadi penopang produksi ikan.
Dengan potensi tersebut, Riswanto optimistis kebutuhan bahan baku ikan untuk program MBG dapat terpenuhi, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya.



