Kota Tegal Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Tenis Meja 2026

Minggu, 6 September 2026 | 14.29
Laga eksebisi antara Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono melawan Ketum PTMSI Jawa Tengah, Lukas Arry, menjadi pembuka Turnamen Taruna Jati Cup V di GOR Wisanggeni, Minggu 6 September 2026.
Laga eksebisi antara Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono melawan Ketum PTMSI Jawa Tengah, Lukas Arry, menjadi pembuka Turnamen Taruna Jati Cup V di GOR Wisanggeni, Minggu 6 September 2026.

Kota Tegal siap menjadi tuan rumah Kejurnas Tenis Meja 2026 pada November. Pemkot menilai venue dan akomodasi memadai untuk mendukung atlet serta ofisial.

TEGAL, puskapik.com - Kota Tegal menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah kejuaraan nasional tenis meja yang direncanakan berlangsung pada November 2026.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengatakan, kesiapan tersebut telah dibahas bersama Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah, Lukas Arry Dwiko Utomo.

"Saya yakin Kota Tegal siap. Kami juga berharap daerah sekitar bisa ikut mendukung, baik dari sisi kepanitiaan maupun perlengkapan," ujar Dedy, saat membuka Turnamen Taruna Jati Cup V di GOR Wisanggeni, Minggu 6 September 2026.

Baca Juga: Turnamen Taruna Jati Cup V Diikuti 500 Atlet, Jadi Ajang Berburu Bibit Unggul

Menurut Dedy, fasilitas penunjang di Kota Tegal dinilai memadai, mulai dari venue pertandingan hingga akomodasi bagi atlet dan ofisial.

"Perhotelan cukup, sehingga orang tua dan pendamping bisa menginap dengan nyaman,” kata Dedy.

Ketua Umum PTMSI Jawa Tengah, Lukas Arry Dwiko Utomo menilai, semangat Pemerintah Kota Tegal menjadi modal penting dalam pengembangan tenis meja.

Baca Juga: Program RTLH di Brebes Dimulai, Dinperwaskim Siap Lanjutkan 500 Rumah Lainnya

Namun demikian, Lukas mengingatkan bahwa olahraga tenis meja masih menghadapi berbagai tantangan di daerah.

"Bola pingpong itu kecil, tapi persoalannya besar. Ini jadi tanggung jawab bersama untuk kita benahi," ujar Lukas.

Lukas mengajak seluruh pengurus PTMSI di kabupaten kota memperkuat koordinasi dan komunikasi guna meningkatkan prestasi, termasuk menghadapi target Pekan Olahraga Nasional atau PON 2028.

"Kita harus bersama-sama mengurai masalah dan mendorong prestasi ke depan," kata Lukas. **

Artikel Terkait