Lazismu Kota Tegal Luncurkan Program Kurban Menabung Mudahkan Warga Beribadah

Jumat, 16 Januari 2026 | 15.10
Siswartono menjelaskan skema tabungan kurban sapi melalui program Kurban Lazismu Kota Tegal 2026.
Siswartono menjelaskan skema tabungan kurban sapi melalui program Kurban Lazismu Kota Tegal 2026.

Lazismu Kota Tegal luncurkan Program Kurban Menabung, mudahkan warga berkurban lewat tabungan fleksibel, terjangkau, dan amanah.

TEGAL, puskapik.com - Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah atau Lazismu Kota Tegal, resmi menginisiasi Program Kurban 2026 yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban secara terencana dan terjangkau.

Manager Eksekutif Lazismu Kota Tegal, Siswartono mengatakan, program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat dengan penghasilan rata-rata setara UMK Tegal, yakni sekitar Rp 2,5 juta per bulan, agar tetap dapat berkurban tanpa merasa terbebani.

Menurut Siswartono, program kurban Lazismu mengedepankan nilai spiritual, sedekah, sekaligus kemudahan dalam pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Gangguan Aliran Air SPAM Bregas, Distribusi Air di Empat Kecamatan Kota Tegal Terdampak

Calon pekurban atau muqarrib dapat menabung secara bertahap sehingga biaya kurban yang kerap dianggap besar menjadi lebih ringan.

"Kami menyiapkan program ini dengan metode menabung. Dengan begitu, pekurban tidak merasa berat karena bisa menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing," kata Siswartono, Jumat 16 Januari 2026.

Sis menjelaskan, Lazismu Kota Tegal menawarkan sejumlah kemudahan dalam program kurban ini.

Mulai dari pengelolaan yang amanah, nominal tabungan yang fleksibel, bebas biaya pengiriman, bisa berkurban secara patungan hingga penyaluran hewan kurban yang dapat dilakukan sendiri oleh pekurban.

Skema menabung juga dibuat sangat variatif, mulai dari harian, mingguan hingga bulanan.

Nominal tabungan disesuaikan dengan jenis dan bobot hewan kurban yang dipilih, seperti domba, kambing jawa maupun sapi.

"Hewan kurban yang kami sediakan memiliki bobot berbeda-beda, baik jantan maupun betina. Calon pekurban bisa memilih sesuai kemampuan finansialnya," jelas Sis.

Sebagai contoh, untuk kambing jawa betina kelas 1 dengan bobot sekitar 27 kilogram, tabungan harian yang dibutuhkan hanya Rp 7.222, mingguan Rp 54.167 atau bulanan Rp 216.667.

Sementara untuk kelas 2 dan 3 dengan bobot 30 hingga 33 kilogram, tabungan berkisar antara Rp 7.778 per hari hingga Rp 250.000 per bulan.

Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi Idul Adha tahun 2026, tetapi juga bisa dirancang lebih awal untuk kurban tahun 2027.

"Idul Adha tahun ini jatuh pada bulan Mei, sehingga tabungan bisa disesuaikan. Bahkan jika masyarakat ingin menyiapkan kurban untuk 2027, itu juga sangat memungkinkan," ungkap pria kelahiran Semarang tersebut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait