LLDIKTI Ungkap 93,01 Persen Lulusan UHN Tegal Terserap Kerja Kurang dari 6 Bulan

LLDIKTI Wilayah VI mencatat 93,01 persen lulusan UHN Tegal memperoleh pekerjaan kurang dari enam bulan. Keselarasan pendidikan dan pekerjaan lulusan juga di atas 85 persen.
TEGAL, puskapik.com - Masa tunggu memperoleh pekerjaan dan kesesuaian pekerjaan dengan bidang studi, menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki lembaganya, 93,01 persen lulusan Universitas Harkat Negeri Tegal, memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Data tersebut disampaikan Aisyah saat menghadiri Wisuda ke-2 Universitas Harkat Negeri di Sebayu Convention Hall, Bahari Heritage Hotel, Kota Tegal, Selasa 20 Oktober 2026.
Baca Juga: Wisuda 755 Lulusan, UHN Tegal Perkuat Koneksi Kampus dan Dunia Kerja
Menurut Aisyah, data tersebut berasal dari lulusan sebelum periode wisuda kali ini.
Karena itu, Aisyah berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan oleh para lulusan berikutnya.
"Ini luar biasa. Artinya, data tracer study yang kami miliki adalah data lulusan sebelum adik-adik semuanya. Sehingga kami berharap angka itu tidak turun, tetapi bertambah," kata Aisyah.
Aisyah menjelaskan, berdasarkan data tersebut, sebanyak 3,75 persen lulusan memiliki masa tunggu kerja antara enam hingga 12 bulan.
Baca Juga: KDRT hingga BPJS Nonaktif, Puskesmas Bumiayu Ajak Desa Lebih Peka
Sementara itu, 3,24 persen lainnya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk memperoleh pekerjaan.
Aisyah menekankan pentingnya pembaruan data alumni agar perguruan tinggi dapat memantau perkembangan lulusan, termasuk tempat bekerja, kesesuaian pekerjaan dengan bidang pendidikan hingga penghasilan.
Menurut Aisyah, data tersebut bukan sekadar kebutuhan administrasi, melainkan juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat relevansi program pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain masa tunggu kerja, Aisyah menyoroti keselarasan antara pendidikan yang ditempuh lulusan dan pekerjaan yang dijalani setelah menyelesaikan studi.
Dalam sambutannya, Aisyah menyampaikan bahwa keselarasan vertikal dan horizontal lulusan Universitas Harkat Negeri berada di atas 85 persen.
Keselarasan tersebut menggambarkan hubungan antara kualifikasi pendidikan lulusan dan pekerjaan yang dijalani serta kesesuaian bidang pekerjaan dengan disiplin ilmu yang dipelajari.
Menurut Aisyah, kesesuaian itu menjadi salah satu aspek penting dalam menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap kebutuhan sumber daya manusia.
Aisyah juga menilai lulusan pendidikan vokasi maupun sarjana memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan dunia usaha dan industri, khususnya di wilayah Tegal, Brebes dan sekitarnya.
Aisyah berharap, para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik.
Mereka perlu terus meningkatkan kemampuan, mengikuti perkembangan teknologi, dan memiliki keingintahuan tinggi terhadap bidang yang ditekuni.
"Jadilah pembelajar sepanjang hayat," pesan Aisyah.
Aisyah menambahkan, kemajuan digital menuntut lulusan untuk terus beradaptasi.
Kemampuan menggunakan teknologi dan menerapkan pengetahuan secara langsung di tempat kerja menjadi bekal penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri.
Aisyah berharap, para lulusan dapat menjaga hubungan dengan almamater dan terus memperbarui informasi mengenai perjalanan karier mereka.
Data tersebut, menurut Aisyah, diperlukan agar perguruan tinggi dapat mengevaluasi mutu pendidikan sekaligus meningkatkan relevansinya dengan kebutuhan masyarakat.
Aisyah juga mengingatkan para wisudawan untuk menghargai dukungan orang tua yang telah mengiringi perjalanan pendidikan mereka.
Menurut Aisyah, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan untuk membuktikan kemampuan dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. **
Artikel Terkait

Wisuda 755 Lulusan, UHN Tegal Perkuat Koneksi Kampus dan Dunia Kerja

KDRT hingga BPJS Nonaktif, Puskesmas Bumiayu Ajak Desa Lebih Peka

DPRD Kabupaten Tegal Terima Audiensi NAAT, Minta Perubahan Perda Hari Jadi Kabupaten Tegal
