Nasib Pujasera Kota Tegal, Puluhan PKL Pilih Hengkang Omzet Jualan Turun Drastis

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) memilih hengkang dari Pujasera Kota Tegal yang berlokasi di Jalan Melati Kompleks Stadion Yos Sudarso, omzet jualan turun
TEGAL, puskapik.com - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) memilih hengkang dari Pujasera Kota Tegal yang berlokasi di Jalan Melati Kompleks Stadion Yos Sudarso lantaran omzet mereka turun hingga 60 persen lebih.
Hal itu disampaikan oleh beberapa pedagang kepada https://puskapik.com, Selasa, 1 September 2025.
Salah seorang PKL Pujasera, penjual telor gulung, Iyan mengaku sudah tidak tahan lagi berjualan lantaran omzetnya turun drastis, dalam sehari hanya melayani 3 pelanggan.
Baca Juga: Truk Parkir di Bahu Pantura Batas Kendal-Semarang Ditertibkan, 7 Truk Kena Tilang
"Hari ini saya putuskan hengkang dari Pujasera karena sudah tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup, beberapa hari lalu omzet saya tidak mencapai Rp 100 ribu bahkan kemarin saya hanya melayani 3 pelanggan atau cuma Rp 30 ribu dalam sehari," ucap Iyan saat ditemui di Pujasera.
Dia mengaku akan pindah berjualan di GOR Wisanggeni Kota Tegal setelah hengkang dari Pujasera Kota Tegal. Padahal saat dia berjualan di Jalan Kartini omzet paling sedikit mencapai Rp 200 ribu.
Seorang penjual Es Teh Jumbo dan kopi kemasan, Namin mengaku harus berpikir keras agar bisa bertahan berjualan di Pujasera tersebut.
"Kalau saya tidak berpikir keras, pasti sudah hengkang lama dari sini, saya di sini sudah ganti - ganti jualan sampai 3 kali mulai dari mulai jualan nasi ponggol, mie ayam dan sekarang jualan es teh jumbo dan minuman kopi kemasan," kata Namin.
Dia mengaku omzetnya dalam sehari kini hanya pada kisaran Rp 150 ribu. Padahal, dulu bisa mencapai Rp 400 ribu, buka dari jam 08.00 - 20.00 WIB.
Selanjutnya, Doni penjual otak-otak ikan juga mengaku mengalami penurunan omzet.
Awalnya dia bisa meraup omzet Rp 1 juta lebih namun sekarang omzetnya hanya dikisaran Rp 500 ribu bahkan tidak jarang hanya Rp 300 ribu.
Perhatian Pemkot Tegal
Doni berharap, Pemerintah Kota Tegal agar lebih memperhatikan nasib para PKL di Pujasera.
"Sesekali adakan event / bazar di sekitaran Pujasera agar lebih dikenal dan dikunjungi orang, selain itu harapan saya, petugas kebersihan diaktifkan lagi, TPST ditata lagi agar tidak terlihat kumuh disekitaran pujasera," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun puskapik.com , para PKL dimintai uang listrik 5 ribu rupiah, keamanan gerobak 5 ribu rupiah, retribusi tempat per meter 2 ribu rupiah, kebersihan seribu rupiah.


