Pantau KB di Tegal, Wamen Isyana : Negara Hadir untuk Rencanakan Kelahiran

Minggu, 15 Februari 2026 | 15.18
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang telah menerima layanan implan KB di Gedung IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, memberikan edukasi kepada ibu-ibu yang telah menerima layanan implan KB di Gedung IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026.

Wamen Isyana Bagoes Oka pantau layanan KB di Kota Tegal, capaian akseptor lampaui target dan perkuat perencanaan kehamilan keluarga.

TEGAL, puskapik.com - Program pelayanan kontrasepsi serentak atau Pantau KB yang digelar di Gedung PC IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026, mencatat capaian melampaui target.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional BKKBN yang berlangsung 9-15 Februari 2026 di lebih dari 300 kabupaten kota prioritas.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka mengatakan, capaian di Kota Tegal menjadi salah satu yang paling baik karena keterlibatan lintas pihak, mulai pemerintah daerah hingga tenaga kesehatan.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Tegal dan PC Ikatan Bidan Indonesia Kota Tegal, yang selalu berkolaborasi menyukseskan program KB. Program Pantau KB membuktikan negara hadir dalam pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat,” ujar Isyana.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Susulan, Wabup Wurja Pastikan Tanggul Sungai Kritis Tertangani

Isyana menjelaskan, mayoritas peserta di Tegal memilih metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan yang memiliki masa kerja sekitar tiga tahun.

Sebagian lainnya memilih IUD karena jangka waktu perlindungannya lebih panjang. Selain itu tersedia pula metode operasi wanita atau MOW dan pria atau MOP.

Menurut Isyana, sasaran utama program adalah pasangan usia subur, khususnya ibu pasca persalinan agar mendapatkan layanan KB segera setelah melahirkan guna menjaga jarak kelahiran.

“KB bukan untuk membatasi jumlah anak, tetapi memastikan kehamilan terjadi pada waktu yang tepat dan saat pasangan sudah siap,” kata Isyana.

Isyana menambahkan, edukasi terus diberikan oleh penyuluh dan bidan, sebab masih ditemukan kehamilan tidak direncanakan akibat tidak menggunakan kontrasepsi. Data hasil pelayanan akan dipantau hingga 20 Februari 2026 sebelum dilakukan evaluasi nasional.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Tegal, Moh Afin mengatakan, pelayanan dilakukan di 30 fasilitas kesehatan, termasuk praktik bidan mandiri dan rumah sakit.

Tahun ini Kota Tegal menargetkan 742 akseptor KB, terdiri dari 255 metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP dan 427 non-MKJP. Tahun sebelumnya capaian mencapai sekitar 1.300 akseptor atau 178 persen dari target.

“Respon masyarakat sangat baik. Kami berterima kasih kepada seluruh fasilitas kesehatan, termasuk IBI yang rutin melayani KB setiap bulan,” kata Afin.

Ketua PC IBI Kota Tegal, Taryuli menyebut program Pantau KB difokuskan untuk menekan angka unmet need atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi.

Selama pelaksanaan 9-15 Februari 2026, layanan di Kota Tegal mencatat 78 akseptor IUD, 199 akseptor implan, 12 akseptor MOW, 695 akseptor suntik di berbagai klinik dan sekitar 60 peserta tambahan pada hari terakhir.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait