Pengurangan Sampah 10 Ton per Hari, Kota Tegal Masih Hadapi Beban Besar

World Clean Up Day di Kota Tegal diwarnai aksi bersih lingkungan. Pemkot mendorong masyarakat memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah untuk mengurangi timbulan sampah.
TEGAL, puskapik.com - Volume sampah di Kota Tegal, masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Meski menunjukkan tren penurunan sekitar 10 ton per hari, total timbulan sampah masih berada di angka 170 ton per hari sepanjang 2025.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyebut, persoalan sampah hingga kini tetap menjadi isu krusial, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dedy Yon menilai, pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Baca Juga: Kendal Tornado FC Tak Gentar Tampil Tanpa Penonton, Fokus Redam Barito Putera
"Permasalahan sampah saat ini masih menjadi perhatian utama, baik sampah organik maupun anorganik, termasuk plastik," ujar Dedy Yon, saat apel peringatan World Clean Up Day di Bumi Perkemahan Kota Tegal, Jumat 25 September 2026.
Secara nasional, volume sampah disebut mencapai sekitar 24 juta ton per tahun dan sebagian besar belum tertangani secara optimal.
Kondisi tersebut, menurut Dedy Yon, menjadi cerminan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Anggota DPRD Kendal Mora Sandhy Ditahan Polda Jateng, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat BMJ
Di Kota Tegal, upaya penanganan mulai menunjukkan hasil.
Melalui peningkatan layanan pengelolaan serta keterlibatan masyarakat, termasuk gerakan gropyokan nangani lan mberesi sampah, terjadi penurunan volume sampah sekitar 10 ton per hari yang diolah langsung dari sumbernya.
Meski demikian, angka timbulan yang masih mencapai ratusan ton per hari menunjukkan bahwa upaya tersebut belum cukup.
Pemerintah kota pun mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
Momentum peringatan World Clean Up Day dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran tersebut.
Dengan mengusung tema Aksi Bersih Pemuda Pemudi Merdeka dari Sampah, generasi muda diharapkan menjadi pelopor perubahan dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetya mengatakan, peringatan WCD menjadi momen strategis untuk meningkatkan kesadaran publik.
Aksi bersih tidak hanya dilakukan secara simbolis, tetapi menyasar sejumlah titik di kota.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran yakni, kawasan Bumi Perkemahan, Pantai Alam Indah, Jalan Cimanuk, sekitar Universitas Pancasakti, wilayah Kelurahan Mintaragen, serta Jalan Sangir dan Halmahera.
Sementara itu, kegiatan serupa juga akan digelar secara serentak di berbagai wilayah pada 27 September melalui surat edaran, mencakup area sekolah, perkantoran hingga perusahaan.
"Kegiatan ini melibatkan unsur pentahelix, mulai dari TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan hingga komunitas pemuda," ujar Yuli.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan tempat sampah kepada empat kecamatan sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah di tingkat wilayah.