Rawan Serangan Fisik, Polres Tegal Kota Soroti Penanganan PGOT

Rabu, 21 Oktober 2026 | 18.52 WIB
Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang membeberkan penanganan PGOT dan ODGJ, saat membuka Workshop Penanggulangan PGOT di Gedung Bhayangkari Mapolres Tegal Kota, Rabu 21 Oktober2026
Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang membeberkan penanganan PGOT dan ODGJ, saat membuka Workshop Penanggulangan PGOT di Gedung Bhayangkari Mapolres Tegal Kota, Rabu 21 Oktober2026

Polres Tegal Kota menggelar workshop penanganan PGOT dan ODGJ. Kapolres soroti risiko serangan fisik terhadap petugas dan pentingnya sinergi lintas instansi.

TEGAL,puskapik.com - Pekerjaan yang kerap membawa risiko, salah satunya saat menangani persoalan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT), termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Karena petugas di lapangan, sangat rawan serangan fisik.

Kondisi itu menjadi sorotan penting jajaran Polres Tegal Kota. Salah satunya, karena membutuhkan pendekatan yang tepat, agar petugas dapat menjalankan tugas, tanpa membahayakan diri sendiri maupun masyarakat.

Hal itu beberkan Kapolres Tegal Kota AKBP Christian Lolowang, saat membuka workshop penanganan PGOT di Gedung Bhayangkari Kota Tegal, Rabu 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, TNI melalui Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Menurut AKBP Christian Lolowang, pentingnya koordinasi lintas instansi, serta pemahaman mengenai cara menangani PGOT sesuai kondisi di lapangan. Selain itu, penanganan tidak cukup hanya dengan mengamankan seseorang. Tetapi juga memerlukan identifikasi dan pendekatan yang tepat.

Baca Juga: Gebrakan Baru Kapolres Tegal Kota: Usung Layanan 'Garcep', Tak Perlu Tunggu Korban Melapor

''Penanganan PGOT perlu dilakukan bersama-sama, dengan menyiapkan waktu dan langkah yang terkoordinasi. Sehingga keamanan dan ketertiban di Kota Tegal tetap terjaga,'' terang ujar AKBP Chris Lolowang.

Sebagai bahan referensi maupun literasi, dia menceritakan pengalamannya saat masih berpangkat perwira pertama, dan menjalani latihan kerja di Polres Cirebon Kota, Polda Jawa Barat. Saat itu, persoalan pengemis dan ODGJ menjadi salah satu tantangan yang mendesak segera ditangani. Dari proses identifikasi, petugas mendapatkan indikasi, sebagian orang yang diamankan berasal dari wilayah kabupaten sekitar.

Latar Belakang

Pengalaman tersebut, menurut AKBP Christian, menunjukkan pentingnya memahami kondisi dan latar belakang persoalan sebelum menentukan langkah penanganan. Karena persoalan tersebut cukup mengandung risiko.

Baca Juga: Dari Mimisan hingga Antioksidan, Ini 5 Khasiat Daun Sirih untuk Kesehatan

Karena itulah, pihaknya mengingatkan risiko yang dapat muncul ketika petugas menghadapi ODGJ, tanpa pemahaman yang memadai mengenai cara penanganannya. Dalam sejumlah kejadian, aparat yang bertugas menangani ODGJ, juga sangat rawan mengalami serangan fisik, wajib hati-hati dan waspada.

''Cara penanganan ODGJ dan gelandangan berbeda-beda. Karena itu, petugas perlu memahami pendekatan yang tepat, agar penanganan berjalan aman dan tidak menimbulkan korban. Baik dari pihak aparat maupun masyarakat,'' terang dia.

Melalui workshop tersebut, AKBP Christian berharap, peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan, saat menghadapi persoalan PGOT di lapangan. Kolaborasi Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan dinilai penting, agar penanganan berjalan terarah sesuai peran masing-masing.

Selain itu, dari kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan pemahaman dan rekomendasi yang bermanfaat bagi penanganan PGOT. Sekaligus mendukung terwujudnya Kota Tegal yang aman, tertib, dan sejahtera. ***

Artikel Terkait