Reses Anfaq : Warga Minta Pengerukan Saluran dan Kebijakan Parkir Jumat

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18.39
Anggota DPRD Kota Tegal, Anshori Faqih, menjawab usulan warga saat menggelar reses di Pendopo Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Sabtu 8 Agustus 2026.
Anggota DPRD Kota Tegal, Anshori Faqih, menjawab usulan warga saat menggelar reses di Pendopo Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Sabtu 8 Agustus 2026.

Reses Anfaq di Kelurahan Panggung, Tegal Timur, menyerap aspirasi warga soal pengerukan drainase untuk cegah banjir dan kebijakan parkir Jumat bagi lansia.

TEGAL, puskapik.com - Persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah titik di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, kembali mengemuka dalam reses Anggota DPRD Kota Tegal, Anshori Faqih, Sabtu 8 Agustus 2026.

Warga menyikapi kondisi saluran drainase di Jalan Tanjung yang kerap meluap saat hujan akibat endapan sedimentasi di sisi kanan dan kiri.

Mereka menilai pengerukan sebenarnya bisa dilakukan secara swadaya, namun terkendala penutup saluran atau u-ditch yang sulit dibuka dan membutuhkan biaya besar.

Baca Juga: Dewan Buruh Kendal Gerak Cepat, Somasi Perusahaan yang Diduga PHK 8 Pekerja Sepihak

"Kalau pengerukan saja warga bisa, tapi untuk membongkar penutupnya itu berat dan butuh biaya," keluh salah satu warga.

Selain itu, aspirasi juga datang dari kalangan lansia terkait kebijakan parkir di kawasan Alun-alun Kota Tegal saat salat Jumat.

Warga berharap ada kebijakan khusus agar jemaah, khususnya lansia, tidak kesulitan menjangkau masjid.

"Apa tidak bisa diberi kebijakan khusus di hari Jumat untuk jemaah? Kakak saya usia 80 tahun harus jalan jauh, sampai ngos-ngosan," ujarnya.

Baca Juga: Anggota DPD Abdul Kholik Yakin Hasil Pansus CDOB Brebes Selatan Tidak Meleset

Ketua RW 12, Wiji menyampaikan, persoalan banjir di Jalan Sipayung, khususnya di RT 5 dan RT 10, sudah berulang kali diusulkan melalui Musrenbang maupun reses, namun belum ada solusi konkret.

Menurut Wiji, terdapat ruas jalan sepanjang beberapa meter yang selalu tergenang saat musim hujan.

Bahkan, banjir bisa mencapai panjang sekitar 150 meter dengan ketinggian hingga satu meter dan berlangsung hingga satu pekan.

"Saluran selalu penuh, baik dari arah sungai maupun karena sedimentasi. Kemarin warga sudah kerja bakti, tapi membuka tutup udit itu sulit," jelas Wiji.

Wiji menambahkan, kondisi tersebut diperparah dengan kontur Jalan Sipayung yang cenderung cekung, sehingga air mudah menggenang dan masuk ke permukiman warga.

Menanggapi hal itu, Lurah Panggung, Rokhiman, mengaku pihaknya telah beberapa kali melakukan pembahasan bersama tokoh masyarakat terkait penanganan banjir tersebut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait