Sampah Tak Lagi Kotor, 10 Tahun Bank Sampah Mawar Biru Ubah Mindset Warga Tegal

Bank Sampah Mawar Biru Tegal ubah sampah jadi bernilai ekonomi. Rayakan 10 tahun dengan edukasi, gerakan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
TEGAL, puskapik.com - Cara pandang terhadap sampah perlahan berubah di Kota Tegal, Jawa Tengah.
Berkiprah selama satu dekade, Bank Sampah Mawar Biru di Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, membuktikan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Momentum perubahan itu terasa dalam perayaan hari jadi ke-10 Bank Sampah Mawar Biru, yang mengusung tema Gerakan Masyarakat Selamatkan Alam Kita atau Gemas Semata.
Baca Juga: Terima Kunjungan Resmi Dubes Palestina, Bupati Tegal Pererat Diplomasi dan Kemanusiaan
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 14-15 Mei 2026, dengan berbagai agenda edukatif yang melibatkan masyarakat lintas usia.
Pada hari pertama, Kamis 14 Mei 2026, ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti senam massal yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan.
Suasana penuh antusias itu juga dihadiri Anggota DPRD Kota Tegal, Sugiyono, yang menyatakan dukungannya terhadap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Baca Juga: Batu Raksasa Longsor, Jebol Rumah Warga di Watukumpul Pemalang
Menurut Sugiyono, langkah yang dilakukan Bank Sampah Mawar Biru merupakan contoh nyata solusi penanganan sampah dari hulu.
Sugiyono menilai, edukasi pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
"Gerakan seperti ini harus terus didukung dan diperluas. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga pemberdayaan masyarakat," ujar Sugiyono.
Tak berhenti di seremoni, perayaan ini juga diisi pembagian tabungan nasabah sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang konsisten menyetorkan sampah terpilah.
Selain itu, digelar pula workshop pembuatan eco enzym sebagai solusi pengolahan sampah organik.
Memasuki hari kedua, Jumat 15 Mei 2026, kegiatan semakin variatif dengan adanya festival kampung dongeng, pelatihan pembuatan keset dari kaos kaki bekas hingga workshop pembuatan pot dari galon bekas.
Sejumlah komunitas seperti Puspaga, Hebat Community dan Forum Genre Tegal turut ambil bagian dalam menyukseskan acara.
Direktur Bank Sampah Mawar Biru, Nurlaelatul Aqifah, menjelaskan bahwa selama 10 tahun terakhir pihaknya fokus pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Saat ini, tercatat sekitar 70 nasabah aktif yang rutin menyetorkan sampah yang telah dipilah dari rumah.
Sampah organik diolah menjadi eco enzym yang kemudian dikembangkan menjadi produk turunan seperti sabun dan sampo.
Sementara sisa organik lainnya dimanfaatkan menjadi kompos.
"Kalau dikelola dengan benar, sampah tidak menimbulkan bau. Justru bisa memberikan manfaat, bahkan bernilai ekonomi," kata Nur, Jumat 15 Mei 2026.
Tak hanya itu, pengelolaan sampah organik juga didukung melalui peternakan ayam dan entok yang menjadi bagian dari sistem pengolahan terpadu.
Sedangkan sampah anorganik disalurkan melalui kerja sama dengan pengepul dan limbah multilayer dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.
Meski belum diproduksi secara massal, produk-produk hasil olahan sampah tersebut mulai dilirik sebagai suvenir dalam berbagai kegiatan pelatihan yang diikuti Bank Sampah Mawar Biru.
Ke depan, Mawar Biru menargetkan pengembangan sebagai destinasi wisata edukasi sampah di Kota Tegal.
"Mohon doa dan aminnya. Kami ingin menjadikan tempat ini sebagai wisata edukasi sampah, sehingga manfaatnya semakin luas," harap Nur.
Upaya ini diharapkan mampu mengubah stigma masyarakat bahwa sampah identik dengan kotor dan menjijikkan, menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah juga terus diperkuat, seiring dengan berbagai program penanganan sampah yang mulai digencarkan, termasuk gerakan Gropyokan Nangani Lan Mberesi Sampah.
Artikel Terkait

Kasus Oknum Satpol PP Menunggu Disposisi Wali Kota Tegal

Identitas Mayat Terborgol di Kendal Terungkap, Diduga Tewas Dihantam Benda Tumpul

Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor Saat Gali Pondasi Rumah di Watukumpul Pemalang
