Sampah Tak Lagi Kotor, 10 Tahun Bank Sampah Mawar Biru Ubah Mindset Warga Tegal

Jumat, 15 Mei 2026 | 12.16
Forum Genre Tegal mengikuti workshop pembuatan eco enzym bersama Bank Sampah Mawar Biru, Kelurahan Kraton, Kamis 14 Mei 2026. Foto : istimewa
Forum Genre Tegal mengikuti workshop pembuatan eco enzym bersama Bank Sampah Mawar Biru, Kelurahan Kraton, Kamis 14 Mei 2026. Foto : istimewa

Bank Sampah Mawar Biru Tegal ubah sampah jadi bernilai ekonomi. Rayakan 10 tahun dengan edukasi, gerakan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

TEGAL, puskapik.com - Cara pandang terhadap sampah perlahan berubah di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Berkiprah selama satu dekade, Bank Sampah Mawar Biru di Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, membuktikan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Momentum perubahan itu terasa dalam perayaan hari jadi ke-10 Bank Sampah Mawar Biru, yang mengusung tema Gerakan Masyarakat Selamatkan Alam Kita atau Gemas Semata.

Baca Juga: Terima Kunjungan Resmi Dubes Palestina, Bupati Tegal Pererat Diplomasi dan Kemanusiaan

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 14-15 Mei 2026, dengan berbagai agenda edukatif yang melibatkan masyarakat lintas usia.

Pada hari pertama, Kamis 14 Mei 2026, ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti senam massal yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan.

Suasana penuh antusias itu juga dihadiri Anggota DPRD Kota Tegal, Sugiyono, yang menyatakan dukungannya terhadap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Baca Juga: Batu Raksasa Longsor, Jebol Rumah Warga di Watukumpul Pemalang

Menurut Sugiyono, langkah yang dilakukan Bank Sampah Mawar Biru merupakan contoh nyata solusi penanganan sampah dari hulu.

Sugiyono menilai, edukasi pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci dalam mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"Gerakan seperti ini harus terus didukung dan diperluas. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga pemberdayaan masyarakat," ujar Sugiyono.

Tak berhenti di seremoni, perayaan ini juga diisi pembagian tabungan nasabah sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang konsisten menyetorkan sampah terpilah.

Selain itu, digelar pula workshop pembuatan eco enzym sebagai solusi pengolahan sampah organik.

Memasuki hari kedua, Jumat 15 Mei 2026, kegiatan semakin variatif dengan adanya festival kampung dongeng, pelatihan pembuatan keset dari kaos kaki bekas hingga workshop pembuatan pot dari galon bekas.

Sejumlah komunitas seperti Puspaga, Hebat Community dan Forum Genre Tegal turut ambil bagian dalam menyukseskan acara.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait