Sapi Jumbo Berbobot 1 Ton dari Tegal Jadi Banmas Presiden Prabowo untuk Hewan Kurban

Kamis, 14 Mei 2026 | 21.34 WIB
Sapi hewan kurban
Seekor sapi jenis simental berbobot lebih dari satu ton asal Tegal

Seekor sapi jenis simental berbobot lebih dari satu ton asal Tegal terpilih sebagai Banmas Presiden Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 2026.

TEGAL, puskapik.com - Seekor sapi jenis simental berbobot lebih dari satu ton asal Tegal terpilih sebagai hewan Bantuan Kemasyarakatan atau Banmas Presiden Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 2026.

Sapi bernama Kevin itu dipastikan dalam kondisi sehat dan siap disalurkan ke lokasi penerima.

Kevin dipelihara di Peternakan Big Boss milik Paidi, yang beralamat di Desa Dampyak, Kabupaten Tegal.

Baca Juga: Wagub Jateng Taj Yasin Gerak Cepat Bantu Sekolah Roboh di Sragen, Tiga Kelas Sekaligus Diperbaiki

Menurut Paidi, sapi tersebut didatangkan dari Kabupaten Wonogiri dengan bobot awal sekitar 800 kilogram satu tahun lalu.

Melalui perawatan intensif, bobot Kevin kini tembus lebih dari satu ton.

"Perawatan dilakukan rutin, mulai dari pakan hingga pemantauan kesehatan. Pakan utama diberikan dua kali sehari, ditambah konsentrat dan okara untuk menunjang pertumbuhan," ujar Paidi, Kamis 14 Mei 2026.

Dalam perawatan hariannya, sapi Kevin mendapat pakan konsentrat sekitar lima kilogram dan okara 10 kilogram yang diberikan pagi dan sore.

Selain itu, diberikan pula tambahan vitamin seperti B12, vitamin C, vitamin tulang serta suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tak hanya pakan utama, Kevin juga diberi tambahan rumput dan jerami sebagai asupan tambahan.

Jamu Tradisional Khusus

Untuk menjaga stamina, peternak memberikan jamu tradisional khusus ternak setiap bulan yang diracik dari bahan alami seperti kunyit, temulawak, temu ireng, telur, kecap dan tetes tebu.

"Jamu ini untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga stamina, apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," jelas Paidi.

Dari sisi kandang, kebersihan dijaga ketat dengan pembersihan rutin setiap pagi dan sore.

Baca Juga: Borobudur Bakal Dibanjiri Puluhan Ribu Umat saat Waisak 2026

Sementara itu, kondisi kesehatan sapi dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan hewan setiap pekan.

Paidi menambahkan, standar perawatan tersebut juga diterapkan pada seluruh hewan ternak di peternakannya.

Selain sapi simental, pihaknya menyediakan berbagai jenis sapi lain seperti limosin, brahma, hingga peranakan ongole atau PO, dengan kisaran harga Rp 25 juta hingga Rp 80 juta tergantung ukuran dan kualitas.

Sebagai layanan tambahan, peternakan juga menyediakan fasilitas penitipan hewan kurban hingga hari penyembelihan, lengkap dengan jaminan pakan, perawatan dan kesehatan. Distribusi hewan pun dilayani ke berbagai wilayah Pantura Jawa Tengah.

"Kami berupaya memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, terawat, dan sesuai syariat, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang," pungkas Paidi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tegal kembali menerima bantuan sapi Banmas Presiden untuk kebutuhan kurban Idul Adha 2026.

Sapi tersebut rencananya akan ditempatkan di Masjid Ats Sumeri, Kecamatan Margadana.

Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan DKPPP Kota Tegal, Anna Adi Fitiati, memastikan kondisi sapi dalam keadaan sehat setelah melalui pemeriksaan.

"Insya Allah kondisi sapinya sehat dan sudah kami lakukan pemeriksaan kesehatan," ujar Anna.

Anna menjelaskan, surat keterangan kesehatan hewan atau SKKH diterbitkan oleh pemerintah daerah asal peternakan.

Saat ini, proses administrasi masih dibahas bersama pemerintah provinsi dan peternak penyedia.

Adapun harga sapi Banmas Presiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 105 juta.

"Seluruh administrasi sudah kami kirim ke sekretariat presiden," kata Anna.

DKPPP Kota Tegal juga terus melakukan pemantauan kesehatan hingga proses penyerahan ke pihak masjid penerima.

Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, M Khausin, menambahkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan Kevin dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Dari hasil pemeriksaan, Kevin juga dinyatakan bebas dari cacing hati. Indikator kesehatan terlihat dari nafsu makan yang baik, kondisi feses normal, skrotum simetris serta hidung yang tidak kering.

"Pantauan hingga Idul Adha, setiap lima hari sekali dicek kesehatannya. Ini permintaan dari pemilik peternakan," jelas Khausin.***

Artikel Terkait