Borobudur Bakal Dibanjiri Puluhan Ribu Umat saat Waisak 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16.36
puskapik

Waisak 2026 di Borobudur diprediksi dipadati puluhan ribu umat, dongkrak pariwisata, penginapan penuh, dan aktivitas ekonomi warga meningkat.

SEMARANG, puskapik.com - Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di kawasan Candi Borobudur diprediksi menjadi salah satu yang paling ramai dalam beberapa tahun terakhir.

Puluhan ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia bakal hadir. Lonjakan wisatawan membuat hotel, homestay, hingga penginapan warga di sekitar Borobudur bakal penuh.

Antusiasme besar itu terlihat dari jumlah peserta yang telah mendaftar hingga pertengahan Mei 2026 yang mencapai sekitar 23 ribu orang.

Baca Juga: Banser Diharapkan Jadi “Pendingin” Jateng dari Hoaks dan Intoleransi

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah, terutama saat malam pelepasan lampion perdamaian pada puncak Waisak, 31 Mei 2026.

Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan, peserta datang dari berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah.

“Pendaftaran sebenarnya sudah kami tutup karena jumlahnya sudah sangat besar,” ujarnya.

Baca Juga: Upaya Taj Yasin Pulihkan Senyum Siswa Korban Sekolah Roboh di Sragen

Menurut Tanto, jumlah pengunjung saat pelepasan lampion biasanya melonjak drastis. Bahkan, tambahan pengunjung pada hari pelaksanaan diperkirakan bisa mencapai hampir 10 ribu orang.

“Biasanya pada hari H masih banyak yang datang langsung. Saat pelepasan lampion bisa bertambah hampir 10 ribu orang lagi,” katanya.

Lonjakan kunjungan tersebut mulai berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di kawasan Borobudur. Hotel, homestay, restoran, hingga warung makan dilaporkan mengalami peningkatan okupansi dan kunjungan menjelang Waisak.

“Sekarang cari penginapan sudah susah sekali. Dampaknya tentu besar untuk masyarakat,” ujar Tanto.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, menyebut dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi faktor penting dalam kelancaran penyelenggaraan Waisak Nasional setiap tahunnya.

Ia mengatakan, rangkaian kegiatan Waisak sebenarnya sudah dimulai sejak awal Mei. Namun, agenda besar akan berlangsung pada 23-24 Mei 2026 melalui bakti sosial kesehatan gratis di Borobudur dengan target melayani sekitar 10 ribu pasien.

Selain itu, ritual sakral tahunan juga akan digelar, mulai pengambilan Api Dharma dari Api Abadi Mrapen pada 29 Mei hingga pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait