Upaya Taj Yasin Pulihkan Senyum Siswa Korban Sekolah Roboh di Sragen

Kamis, 14 Mei 2026 | 16.29
puskapik

Wagub Jateng Taj Yasin jenguk korban sekolah roboh di Sragen, beri dukungan moral dan bantuan untuk pulihkan trauma serta semangat belajar siswa.

SRAGEN, puskapik.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menjenguk para korban robohnya atap bangunan kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Kamis, 14 Mei 2026.

Kedatangan tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis yang baik, sekaligus memberi dukungan moral agar tetap semangat kembali bersekolah.

Di ruang perawatan, Gus Yasin menyapa para siswa satu per satu. Suasana hangat terlihat ketika ia mengajak para korban berbincang santai. Rekah senyum juga nampak dari para korban.

Baca Juga: Pesan Bupati Batang ke Pelajar saat Goes To School, Ingatkan Dampak Teknologi AI

Sesekali canda dan tawa juga terlontar di antara mereka. Upaya yang dilakukan oleh Gus Yasin ini tak lain dan tak bukan guna membantu memulihkan trauma anak-anak pascakejadian.

“Masih berani sekolah to?” tanya Gus Yasin kepada salah satu siswa korban.

“Berani, Pak,” jawab Juna singkat.

Insiden robohnya atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Akibat kejadian itu, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: 161 Rumah Warga di Batang Masuk Program Perbaikan RTLH Tahun Ini

Hingga Kamis, 14 Mei 2026, lima siswa masih dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, satu siswa menjalani perawatan di RSI Amal Sehat, sementara dua korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah,” kata Gus Yasin.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Baznas juga menyalurkan bantuan kepada para korban.

Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengatakan robohnya atap terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Saat kejadian, proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.

“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat 12 siswa dan seorang guru di dalam kelas. Beruntung, sebagian siswa berada di dekat tembok sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait