Desak Perbaikan Tata Niaga Telur MBG, Peternak Kendal Ancam Aksi Bagi Ayam Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 21.41
Suasana pertemuan paguyuban MBG dengan Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal. (edhot)
Suasana pertemuan paguyuban MBG dengan Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal. (edhot)

Peternak Kendal mengancam membagikan 50 ribu ayam hidup jika tata niaga telur tak dibenahi. Mereka mendesak dapur MBG memprioritaskan telur dari peternak lokal.

KENDAL, puskapik.com – Ratusan peternak yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal mengancam akan membagikan 50 ribu ekor ayam hidup kepada masyarakat sebagai bentuk protes terhadap kondisi usaha peternakan yang dinilai semakin terpuruk.

Aksi tersebut direncanakan berlangsung pada 10 Agustus 2026 apabila persoalan rendahnya harga telur dan minimnya penyerapan produk peternak lokal belum mendapat solusi.

Ancaman tersebut disampaikan Ketua KPUS Kabupaten Kendal, Suwardi, usai mengikuti pertemuan bersama pemilik yayasan dan pengurus Paguyuban Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difasilitasi Satgas Pangan Polres Kendal.

Baca Juga: Dua Bupati Pemalang Terjerat KPK, Dua Kali Diawali Pohon Beringin Tumbang

Menurut Suwardi, kenaikan harga pakan dalam beberapa waktu terakhir tidak diikuti dengan membaiknya harga jual telur di tingkat peternak. Akibatnya, banyak peternak mengaku terus merugi dan kesulitan mempertahankan usahanya.

Dalam pertemuan itu, KPUS meminta seluruh dapur MBG di Kabupaten Kendal memprioritaskan pembelian telur dari peternak lokal.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

Baca Juga: Korupsi Pemalang dan Noda Hitam KPK: Pemerasan hingga Pelecehan Seksual

Forum juga membahas ketentuan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras yang mengacu pada nota dinas Badan Pangan Nasional dan Badan Gizi Nasional.

Dalam aturan tersebut, harga acuan di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram dengan kisaran harga wajar Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram.

Suasana pertemuan sempat memanas ketika salah satu pemilik yayasan penyelenggara MBG menyatakan tidak ada hubungan langsung antara KPUS dengan program MBG.

Pernyataan tersebut memicu tanggapan dari perwakilan peternak yang menilai masih terdapat dapur MBG di Kendal yang membeli telur dari luar daerah, sehingga peluang pasar bagi peternak lokal belum optimal.

Meski demikian, perdebatan berhasil diredam setelah Ketua Paguyuban MBG Kendal, Sugiyono, memastikan seluruh hasil pembahasan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia juga menyatakan akan mengevaluasi dapur MBG yang masih mengambil pasokan telur dari luar Kabupaten Kendal agar lebih mengutamakan produk peternak lokal sesuai ketentuan dan ketersediaan pasokan.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait