TeaterQi Gelar Tur Empat Kota, Bangun Pagi Bahagia Angkat Kisah Persahabatan Penuh Makna

Selasa, 15 September 2026 | 13.34
Flyer pertunjukan TeaterQi bertajuk 'Bangun Pagi Bahagia', yang akan digelar dalam rangkaian tur empat kota di Jawa Tengah dan DIY. Foto : istimewa
Flyer pertunjukan TeaterQi bertajuk 'Bangun Pagi Bahagia', yang akan digelar dalam rangkaian tur empat kota di Jawa Tengah dan DIY. Foto : istimewa

Teater Qi menggelar tur “Bangun Pagi Bahagia” di empat kota, yakni Tegal, Kudus, Solo, dan Yogyakarta, mulai 26 September hingga 3 Oktober 2026.

TEGAL, puskapik.com - Teater Qi kembali menyapa penonton melalui pertunjukan bertajuk 'Bangun Pagi Bahagia', yang kali ini akan digelar dalam rangkaian tur empat kota di Jawa Tengah dan DIY.

Pementasan ini diadaptasi dari naskah karya Andy SW, disutradarai Rias Viri serta menghadirkan para pemain Rudi Iteng, Faozan Suwage, Olis Tegal dan Ida Fitri.

Sementara itu, Dimas Gilang didapuk sebagai pimpinan produksi ke-37.

Baca Juga: Peringati Hari Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Tegal Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

Pembina Teater Qi, Rudi Iteng mengatakan, proses penggarapan pertunjukan ini berjalan cukup intim karena naskah yang diangkat memiliki kedalaman makna.

"Prosesnya cukup intim, karena naskahnya penuh makna. Jadi harus digali lebih dalam, baik dari sisi isi, nada, eksplorasi, interaksi, maupun interpretasinya," ujar Rudi, Selasa 15 September 2026.

Rudi menjelaskan, Bangun Pagi Bahagia, mengisahkan tiga sahabat dengan latar belakang dan persoalan berbeda yang dipertemukan oleh jalanan.

Baca Juga: Tips Atasi Power Syndrom Purna Tugas PNS Ala Sekda Tegal

Mereka kemudian memiliki visi yang sama dan percaya bahwa dunia dapat ditaklukkan bersama.

Namun, perjalanan yang mereka tempuh tidak selalu membawa ketiganya menuju tujuan yang sama.

"Di situ letak konflik dan refleksinya. Apakah perjalanan itu benar-benar memiliki akhir, atau justru menjadi proses yang tak pernah selesai," kata Rudi.

Dalam tur kali ini, Teater Qi akan menyambangi empat kota, yakni Tegal, Kudus, Solo dan Yogyakarta. Rudi menyebut pemilihan kota tersebut bukan tanpa alasan.

Menurut Rudi, Solo, Yogyakarta dan Kudus merupakan barometer perkembangan teater di Indonesia, dengan kekuatan seniman, karya serta antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap seni pertunjukan.

"Di kota-kota itu, ekosistem teaternya hidup. Seniman dan penontonnya sama-sama kuat, sehingga menjadi ruang yang tepat untuk berdialog melalui karya," jelas Rudi.

Tur akan diawali di Kota Tegal pada 26 September 2026 di Teater Arena Taman Budaya Tegal.

Halaman 1 dari 2