Tempuh 34 Km, Ini Cerita Umi asal Margasari Demi Tukarkan Uang Lebaran di "Serambi" BI Tegal

Selasa, 10 Maret 2026 | 22.42 WIB
Penukaran Uang Lebaran
Umi Lailatun, menunjukkan uang baru pecahan kecil, usai menukar melalui program Serambi Bank Indonesia Tegal di Gedung Hanggawana, Kota Tegal, Selasa 10 Maret 2026.

Masyarakat kini mulai terbiasa menggunakan sistem pendaftaran digital melalui situs pintar untuk memperoleh kuota penukaran uang baru

TEGAL, puskapik.co - Demi menyiapkan uang Lebaran untuk dibagikan kepada keponakan, Umi Lailatun rela menempuh perjalanan puluhan kilometer dari rumahnya di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal menuju Kota Tegal.

Ibu dua anak itu berangkat menggunakan sepeda motor sejak pukul 09.00 WIB dan baru tiba sekitar pukul 10.30 WIB di Gedung Hanggawana, Kompleks Samsat Kota Tegal, Selasa 10 Maret 2026.

Total jarak yang ia tempuh mencapai sekitar 34 kilometer.

Baca Juga: THR Bagi ASN Pemkab Pemalang Belum Cair, Begini Alasannya

Perjalanan tersebut dilakukan Umi untuk menukarkan uang pecahan baru melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri atau Serambi 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Namun sebelum sampai ke lokasi penukaran, Umi harus lebih dulu 'war' mendapatkan tiket penukaran melalui situs resmi Bank Indonesia, pintar.bi.go.id.

"Lumayan sulit karena jaringannya. Alhamdulillah akhirnya bisa dapat kuota," kata Umi.

Melalui layanan tersebut, Umi menukarkan uang sebesar Rp 2,8 juta dalam pecahan kecil mulai dari Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

Uang itu rencananya akan dibagikan kepada keponakan-keponakannya saat Hari Raya Idul Fitri.

"Nukar Rp 2,8 juta pecahan kecil buat bagi-bagi ke ponakan," ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Pemudik Melintas Jalur Pemalang Selatan Dihimbau Waspadai Pohon Tumbang

Umi mengaku sistem penukaran melalui pendaftaran digital justru membuat proses lebih nyaman dibandingkan cara lama yang sering memicu antrean panjang.

"Sistem sekarang lebih enak, tidak perlu antre berdesakan seperti dulu," kata Umi.

Dari pantauan di lokasi, layanan penukaran uang baru di Gedung Hanggawana berlangsung tertib dan lancar.

Petugas terlebih dahulu memeriksa bukti pendaftaran dari situs pintar serta identitas masyarakat sebelum mereka masuk ke area layanan.

Dengan mekanisme tersebut, antrean dapat diatur dengan baik dan tidak menimbulkan kerumunan.

Proses penukaran juga berlangsung cepat karena disediakan beberapa loket pelayanan.

Masyarakat cukup menunjukkan bukti pemesanan dari situs pintar, kemudian menunggu giliran untuk menukarkan uang sesuai nominal yang telah dipesan.

Pendaftaran Digital

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala mengatakan, program Serambi 2026 sejauh ini berjalan aman, tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Menurut Bimala, masyarakat kini mulai terbiasa menggunakan sistem pendaftaran digital melalui situs pintar untuk memperoleh kuota penukaran.

"Dengan pintar, masyarakat mendapatkan kenyamanan sekaligus pemerataan kesempatan untuk menukarkan uang," kata Bimala.

Bimala menjelaskan, seluruh kuota penukaran yang disediakan sejauh ini terealisasi.

Baca Juga: Cegah Panic Buying Jelang Lebaran, Pemkab Tegal Perkuat Strategi 4K

Namun ada sebagian masyarakat yang tidak mengambil pecahan besar yang tersedia dalam paket, seperti pecahan Rp 50 ribu.

"Semua paket terealisasi, meskipun ada beberapa masyarakat yang tidak mengambil pecahan besarnya," jelas Bimala.

Bimala menambahkan, sistem pintar juga membantu mengatur waktu kedatangan masyarakat, sehingga tidak terjadi antrean panjang di lokasi layanan.

Selain itu, tren penggunaan transaksi non-tunai juga terus meningkat.

Banyak masyarakat kini memanfaatkan layanan QRIS, baik melalui fitur QRIS terima maupun QRIS transfer, sehingga dana dapat langsung masuk ke rekening penerima.

Di Kota Tegal sendiri, Bank Indonesia menyediakan total 3.000 paket penukaran uang baru yang dibagi dalam tiga hari pelayanan.

Setiap hari tersedia 1.000 paket dengan nilai maksimal Rp 5,3 juta per paket.***

Artikel Terkait