Tim PPG PPKn UPS Tegal, Rintis Pendirian Perpustakaan Masjid

Tim PPG PPKn UPS Tegal merintis Perpustakaan Masjid “Sahabat Nun” di Masjid Nur Aisyah Nadirin untuk memperkuat literasi dan wawasan kebangsaan.
TEGAL, puskapik.com - Terobosan menarik, berbasis penguatan literasi masyarakat, ditunjukkan Tim Mahasiswa ProYek Kepemimpinan Pendidikan Profesi Guru (PPG) PPKn Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Tim tersebut dengan menggandeng pengurus masjid, jemaah dan warga sekitar, merintis pendirian perpustakaan masjid, kemarin.
Salah satu pilot project dan juga role modelnya adalah di Masjid Nur Aisyah Nadirin, di Jl Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kegiatan peresmian pendirian perpustaan masjid, bernama Perpustakaan Masjid ''Sahabat Nun'', digelar di Lantai Dua masjid tersebut. Dihadiri pengurus masjid, LAZIZMU, Tim Proyek Kepemimpinan PPKn PPG, Pimpinan PPG UPS, kalangan donatur, dan mahasiswa.
Ketua Tim Proyek Kepemimpinan PPG PPKn UPS Didi Khomsa SPd mengatakan, ide perpustakaan masjid lahir dari keprihatinan akan keminiman literasi keagamaan dan kebangsaan, di kalangan anak-anak dan remaja sekitar masjid.
Baca Juga: Betonisasi Jalan Penghubung Desa di Cepiring Kendal Dimulai, Masih Ada Ruas yang Tertunda
Karena itulah, Tim PPG PPKn berharap program tersebut dapat menghidupkan fungsi masjid. Tidak hanya sebatas sebagai tempat ibadah. Tetapi dapat menjadi pusat ilmu, literasi, dan pembentukan karakter generasi muda.
"Kami ingin masjid menjadi pusat peradaban. Anak-anak tidak hanya belajar mengaji. Tapi juga membaca buku-buku tentang sejarah kebangsaan, Pancasila, moderasi beragama, dan wawasan kebangsaan. Ini adalah implementasi nyata dari PPKn," tandas Disi Khomsa.
Dia menambahkan, perpustakaan tersebut dirintis dengan konsep sederhana, dan diharapkan dapat berdampak. Kemudian dalam pelaksanaannya, dapat ditindaklanjuti dengan pengumpulan donasi buku. Seperti menggalang buku-buku keislaman, buku pendidikan pelajaran, buku Pancasila dan sejarah.
Baca Juga: Hindari Amuk Massa, Polisi Pekalongan Selamatkan Maling Gas Elpiji di Wonopringgo Lewat Mediasi
Di perpustaan masjid, juga disediakan ''Pojok Baca Anak''. Itu agar anak-anak TPA/TPQ dapat nyaman membaca buku-buku yang dibutuhkan untuk penguatan literasi.
Agar suasana ruang baca atau perpustakaan dapat menarik minat baca, Tim bersama, pengurus masjid dan jemaah lainnya, membuat rak buku yang lebih baik lagi. Anak-anak maupun jemaah masjid yang berkunjung ke perpustakaan masjid, dapat dengan mudah menemukan buku-buku yang menarik, dan diharapkan dapat meningkatkan budaya membaca dari lingkungan masjid.
Kepekaan Sosial
Dosen pembimbing kegiatan tersebut Fitriyanto MPd mengatakan, kegiatan pendirian perpustakaan masjid, dapat menjadi salah satu bukti, bahwa mahasiswa PPG PPKn UPS tidak hanya kompeten dalam mengajar di kelas. Tetapi juga memiliki kepekaan sosial, dan semangat literasi untuk masyarakat.
''Pendirian perpustakaan masjid oleh Tim PPG PPKn UPS Tegal ini, juga menjadi salah satu wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kami sebagai dosen pendamping sangat mengapresiasi inisiatif ini'' ucap Fitriyanto.
Hal lain yang disampaikan adalah, pendirian perpustakaan masjid bukan sekadar program literasi. Tetapi merupakan salah satu ikhtiar untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan, seperti pada masa keemasan Islam. Di tempat itulah, katab dia, nilai-nilai Ketuhanan, Kebangsaan, dan Keilmuan bertemu.
Baca Juga: Viral Bawa Celurit dan Ancam Bunuh Warga Pekalongan, Preman 'Zaki Kucing' Ditangkap Polisi!
Mahasiswa PPG PPKn universitasnya, kata dia, di didik untuk tidak hanya menjadi guru yang transfer of knowledge di kelas. Tetapi dapat menjadi pendidik yang hadir, dan memberi solusi di tengah masyarakat. Pihaknya berharap, semoga perpustakaan tersebut menjadi amal jariyah dan gerakan literasi yang berkelanjutan.
Sambutan hangat dan harapan pun, diayunkan perwakilan pengurus masjid tersebut. Pengurus menilai inisiatif mahasiswa tersebut dalam merintis perpustakaan masjid, dapat menjadi langkah kecil dengan dampak besar.
Di sisi lain, juga disampaikan, tugas guru PPKn di era sekarang bukan hanya mengajarkan hafalan Pancasila. Tapi diharapkan dapat menanamkan budaya literasi, moderasi beragama, dan cinta masjid kepada generasi muda. Juga diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi role model bagi mahasiswa lain. Bahwa pengabdian terbaik, salah satunya dapat memberi manfaat langsung kepada umat. ***
Artikel Terkait

Inilah Lima Pesan Penting Rektor UPS Tegal

Betonisasi Jalan Penghubung Desa di Cepiring Kendal Dimulai, Masih Ada Ruas yang Tertunda

Hindari Amuk Massa, Polisi Pekalongan Selamatkan Maling Gas Elpiji di Wonopringgo Lewat Mediasi
