Bapanas dan Tim Satgas Pangan Batang Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil saat Ramadan dan Idulfitri

Kamis, 26 Februari 2026 | 13.36
 Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Bapanas dan Satgas Pangan Batang pastikan harga serta stok pangan stabil jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, tanpa pelanggaran HET.

BATANG, puskapik.com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang aman, layak konsumsi, dan dijual sesuai ketentuan harga pemerintah.

Pengawasan dilakukan melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Dalam peninjauan di Pasar Batang, Kabupaten Batang. Tim melakukan uji sampel sejumlah komoditas serta memantau langsung harga beras dan bahan pokok lainnya di tingkat pedagang.

Staf Bapanas yang terdiri dari Laurentia Olip dan Masandang Rohmatullah didampingi Tim Satgas Pangan yang dipimpin Kasatreskrim Polres Batang, Iptu Albertus Sudaryono dan Kepala Disperindagkop & UKM Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso dan perwakilan Perum Bulog Tegal.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Dishub Batang Gelar Ram Check Pastikan Bus Layak Jalan

Kepala Pusat Data dan Informasi Bapanas Kelik Budiana mengatakan, pengawasan dilakukan secara rutin dan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop & UKM Batang Wahyu Budi Santoso memastikan, tidak ditemukan pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET) beras di Pasar Batang maupun sejumlah toko beras di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, pedagang cukup kooperatif. Harga beras medium dan premium dijual sesuai ketentuan pemerintah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp13.500,00 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.500,00 per kilogram. Satgas Pangan akan terus melakukan pemantauan serta menindak pelaku usaha yang menjual di atas HET.

Wahyu juga memastikan stok beras di Kabupaten Batang dalam kondisi aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026 mendatang. Untuk ketersediaan beras di Batang tergolong aman. Kami pastikan tidak ada kelangkaan menjelang hari besar keagamaan.

“Bulog sendiri, menyediakan dua jenis beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (PSPHP), yakni beras pera dan beras pulen, sesuai preferensi masyarakat di masing-masing daerah,” ungkapnya.

Wahyu Budi Santoso menambahkan, harga sejumlah bahan pokok lain seperti gula, daging ayam, daging sapi, cabai, dan bawang masih dalam batas wajar.

Ia mengakui sempat menerima laporan harga cabai rawit mencapai Rp105 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram. Namun, berdasarkan hasil pengecekan terbaru, harga telah kembali normal di kisaran Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

“Untuk minyak goreng subsidi dan beras PSHP relatif stabil dan saat ini cukup diminati masyarakat. Pemerintah daerah juga memastikan distribusi minyak goreng berjalan lancar. Para pedagang bahkan berharap kuota minyak subsidi dapat ditambah seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan,” terangnya.

Selain bahan pangan, pemerintah turut memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji tetap terpenuhi. Wahyu menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina guna mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang Idulfitri.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait