Harga Pakan Tinggi, Peternak di Batang Bagikan Ayam ke Warga Usai Gelar Aksi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21.47
aksi peternak ayam di Batang
Peternak saat membagikan ayam gratis seusai menggelar aksi damai menuntut penurunan harga pakan ternak, di Jl Veteran, Batang Senin (10/8/2026)

Ratusan warga Batang mendapatkan ayam gratis dari peternak ayam yang dilakukan peternak ,ayam setelah aksi damai Jalan protes harga pakan yang terus naik

BATANG, puskapik.com - Ratusan warga Batang mendapatkan ayam gratis dari peternak ayam.

Pembagian ayam gratis itu dilakukan oleh Kelompok Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Batang, setelah aksi damai Jalan Veteran Kabupaten Batang, Senin (10/8/2026).

Aksi itu didorong oleh kerugian peternak akibat harga pakan yang terus meroket tidak sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP), sedangkan harga telur tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga: Disperpusip Usulkan Kawasan Monumen GBN Slawi Jadi Zona Literasi, Ini Konsepnya

Aksi diikuti 200 peternak dari wilayah Limpung, Reban dan Tersono menyampaikan orasi. Mereka membentangkan poster bertuliskan "Turunkan Harga Pakan Ayam".

Ketua Peternak Unggas Sejahtera Batang, Joko Pramono menuturkan peternak mengeluhkan harga pakan ayam terus menerus mengalami kenaikan selama empat bulan.

Sehingga, peternak harus memberikan subsidi agar masyarakat tetap bisa membeli telur, mesti mereka menanggung rugi.

"Aksi damai kami lakukan mendesak menurunkan harga pakan, karena harga pemerintah menurunkan harga pakan ternak. Saat ini, jagung bagi peternak harganya terlalu tinggi di pasaran tembus Rp7 ribu per kg. Itu melebihi standar harga sesuai HAP yang ditetapkan Rp5.500 ," ujar dia selaku koordinator aksi

Menstabilkan Harga

Peternak ayam petelur juga resah dengan harga telur yang terus mengalami penurunan.

Mereka berharap pemerintah dapat berperan menstabilkan harga sesuai HET, yakni di angka Rp26.500 per kilogram.

Harga telur merosot sejak empat bulan, sampai Rp 23.000.

"Kami sudah mensubsidi masyarakat untuk memperoleh protein murah sebesar Rp5 ribu - Rp7 ribu per kilogram. Peternak minta pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memihak kepada peternak lokal, termasuk optimalkan keberadaan peternak lokal hingga 98 persen, karena di Batang yang terdata bukan peternak lokal tapi peternak besar,"tandasnya.

Joko menambahkan saat ini di Kabupaten Batang ada sekitar 600 ribu ayam petelur, dengan kerugian peternak ditaksir berkisar Rp150 juta.

Seandainya sampai bulan depan tidak ada respons, peternak sepakat membagikan lima- enam ribu ayam petelur ke warga.

Baca Juga: Pertama di Asia, WordPress Campus Connect di Perpustakaan, Latih Warga Tegal Jadi Talenta Digital

"Kalau dua bulan tidak ada perubahan sama sekali kemungkinan peternak kecil akan gulung tikar,"tandas Joko.

Keluhan peternak ayam ini diterima Kepala Dispaperta Sutadi Ronodipura didampingi Kepala Badan Kesbangpol Windu Suriaji dan Kepala Satpol PP Haryono.

Selama melakukan aksinya puluhan petugas Polresta Batang diterjunkan. "Kami akan meneruskan tuntutan teman-teman peternak,"ujar Sutadi seusai menerima tuntutan peternak yang diserahkan Joko kepada Bupati dan DPRD Batang.

Kabid Peternakan, Dispaperta Batang, M Arief Edyanto menambahkan pihaknya telah membantu peternak mengatasi tingginya harga pakan dengan program Serap Panen Hasil Petani, melakukan serapan panen berupa jagung sebesar 58 persen.

"Kami pastikan harga jagung sesuai HAP Rp5.500 per kg. Kalau pun ada masalah kemungkinan pada pendistribusiannya, yang belum sesuai jadwal makanya kami akan cek langsung ke Bulog," tuturnya.

Sementara itu, Suratmo warga yang mendapatkan ayam merasa senang.Namun mendengar keluhan peternak prihatin.

"Secara pribadi saya sedih dan prihatin mendengar peternak rugi sampai ratusan juta. Mudah-mudahan segera normal kembali peternak meraih keuntungan tapi masyarakat mampu membeli telor.Ayamnya mau diopor maturnuwun peternak,"ujar warga Subah itu.***