Pertama di Asia, WordPress Campus Connect di Perpustakaan, Latih Warga Tegal Jadi Talenta Digital

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20.50
Perpusip Kabupaten Tegal
Peserta Workshop WordPress Campus Connect (WPCC) di Ruang Audio Visual Disperpusip Kabupaten Tegal.(dok.Dinas Perpusip Kabupaten Tegal)

Disperpusip Kabupaten Tegal bekerja sama dengan komunitas WordPress Tegal menggelar pelatihan pembuatan website bertajuk Workshop WordPress Campus Connect (WPCC)

SLAWI, puskapik.com - Pelatihan kemampuan membuat website digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Tegal bekerja sama dengan komunitas WordPress Tegal bertajuk Workshop WordPress Campus Connect (WPCC) di Ruang Audio Visual Disperpusip Kabupaten Tegal, Minggu, 9 Agustus 2026.

Sebanyak 28 peserta terpilih dari 95 pendaftar mengikuti kegiatan workshop gratis yang berlangsung selama sehari ini.

Mereka terdiri dari unsur mahasiwa dan umum, termasuk di dalamnya guru, pegiat literasi, hingga pelaku usaha.

Baca Juga: DPRD Pemalang Tetapkan Pertanggungjawaban APBD 2025, KUA-PPAS 2027 Disepakati

Sekretaris Disperpusip Kabupaten Tegal Hari Nugroho saat membuka kegiatan itu mengharapkan, melalui pelatihan ini muncul talenta digital yang cakap, siap mengembangkan bisnis, dan membangun portofolio.

Selain itu, juga meningkatkan kredibilitas profesional secara online melalui proyek lepas atau pembuatan produk digital sendiri.

Sebelum mengikuti workshop, peserta diminta menyiapkan materi atau konten website yang akan dibangun, membawa laptop dan mendaftar sebagai anggota Perpustakaan Soekarno-Hatta.

Hari mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan komunitas WordPress Tegal mulai dirintis sejak awal Juni 2026 lalu dengan mengirimkan proposal ke komunitas WordPress global.

Setelah melalui proses penilaian dan pendampingan dari mentor WordPress Jakarta, permohonan dari Perpustakaan Soekarno-Hatta disetujui.

“Dari sini kami mendapat dukungan operasional dan fasilitas gratis biaya langganan hosting dan juga domain untuk setiap peserta workhop senilai Rp4 juta per tahun selama empat tahun,” ujarnya.

Konvergensi Fungsi Perpustakaan

Meskipun Perpustakaan Soekarno-Hatta Slawi bukan lembaga pendidikan kampus sebagaimana yang disyaratkan penyelenggara Campus Connect, namun pihaknya memiliki program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial atau TPBIS yang memungkinkan adanya konvergensi fungsi perpustakaan sebagai sentra kegiatan masyarakat, termasuk penyelenggaraan workshop.

Menanggapi animo yang tinggi dari masyarakat untuk belajar membuat website, pihaknya berencana mengajukan kembali proposal.

“Banyak peserta yang rata-rata mahasiswa dan pelaku usaha ingin mengikuti workshop ini. Tapi karena keterbatasan fasilitas, terpaksa kami lakukan proses seleksi. Doakan, mudah-mudahan WordPress Campus Connect batch dua bisa kita buka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas WordPress Tegal, Kharis Sulistiyono yang juga seorang WordPress Specialist mengungkapkan penyelenggaraan Campus Connect di perpustakaan ini adalah yang pertama kalinya di Asia.

“Selama ini, WPCC adanya di kampus dengan peserta seluruhnya mahasiswa. Tapi untuk pertama kali di Indonesia, bahkan di Asia, kita bisa selenggarakan di perpustakaan dan pihak WordPress menyetujuinya,” kata Kharis.

Selain dirinya, ada tiga relawan komunitas WordPress Tegal yang menjadi trainer pada WPCC kali ini, salah satunya Rofiyatul Septiyani, seorang web developer specialist yang telah menggunakan WordPress sejak tahun 2019 di mana lebih dari 2.000 website telah dibangun.

Kharis menerangkan, platform WordPress sendiri menguasai 43 persen pasar Content Management System (CMS) global atau perangkat lunak untuk pembuatan konten digital berbasis website.

Faktor antarmuka yang ramah pemula dan dukungan editor blok intuitif tanpa memerlukan keahlian coding atau pemrograman menjadikan WordPress banyak digunakan web developer di seluruh dunia.

Hal ini dibenarkan Rizki Mulia, peserta mahahasiswa asal Dampyak, Kramat, yang mengaku dimudahkan dalam membangun sebuah website. Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada Disperpusip Kabupaten Tegal dan komunitas WordPress Tegal yang telah memfasilitasi WPCC ini.

Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Pemalang Edukasi Warga soal Ciri dan Sanksi

“Saya awalnya awam dengan pembuatan website, tapi setelah mengikuti kelas tutorial ini ternyata pakai WordPress cukup mudah. Tidak perlu bisa coding, bahkan kalau ada kesulitan sudah ada fitur AI (artificial intelligence) yang bisa membantu,” ujarnya.

Selain mendapat sertifikat kepesertaan dari Disperpusip Kabupaten Tegal dan WordPress, peserta batch pertama ini juga dijanjikan sesi pertemuan offline lanjutan untuk sharing knowledge dan mereview website buatan peserta.***