Polisi Gagalkan Tawuran di Jalan Raya Tulis-Bandar Batang, 7 Remaja Diamankan

Polsek Bandar, Polresta Batang berhasil menggagalkan dugaan aksi tawuran antarkelompok remaja di Jalan Raya Tulis - Bandar, 7 remaja diamankan untuk penyelidikan
BATANG, puskapik.com – Polsek Bandar, Polresta Batang berhasil menggagalkan dugaan aksi tawuran antarkelompok remaja di Jalan Raya Tulis - Bandar, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Candi dan Desa Wonosegoro, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 23.30.
Diperoleh informasi, peristiwa bermula malam itu warga melihat kerumunan remaja berkumpul ditepi jalan, bebagian di antaranya diketahui membawa benda berbahaya.
Kapolresta Batang Kombes Warsono mendapatkan informasi segera memerintahkan Kapolsek Bandar AKP Bagus Priyo Atmojo bersama anggota yang tengah melaksanakan patroli ke lokasi.
Baca Juga: Baca 34 Puisi, Kampung Seni Tegal Tetap Kobarkan Semangat 17 Agustus
Polisi dibantu warga kemudian melakukan bergerak mendatangi kerumunan remaja yang berusaha kabur.
Sebanyak tujuh anak berhasil diamankan untuk dimintai keterangan. Polisi turut mengamankan satu sabit, satu celurit/kelewang, dan satu sabuk dengan gesper berukuran besar yang selanjutnya disita untuk barang bukti.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menuturkan tindakan cepat tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya tawuran yang dapat menimbulkan korban.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera memberikan informasi kepada kepolisian. Respon cepat masyarakat dan petugas berhasil mencegah dugaan tawuran sebelum menimbulkan korban," ujar Kapolresta Batang, Selasa (18/8/2026).
Polresta Batang saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengetahui keterlibatan pihak lainnya serta latar belakang rencana tawuran tersebut.
Penanganan terhadap anak yang diamankan dilakukan dengan tetap mengedepankan ketentuan perlindungan anak dan pendekatan yang humanis.
Baca Juga: Detik-Detik Evakuasi Pendaki 16 Tahun Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet, Kedalaman 20 Meter
"Kami mengimbau para orang tua, sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja, khususnya pada malam hari.Pencegahan tawuran bukan hanya tugas kepolisian, Polisi membutuhkan peran serta kepedulian keluarga, sekolah dan lingkungan. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban maupun pelaku kekerasan," tandas.***


