Punya Wilayah Kawasan Industri, BPS Batang Terapkan Metode Ini untuk Sensus Ekonomi

Kamis, 9 Juli 2026 | 21.37
Sensus Ekonomi BPS Batang
Sensus Ekonomi BPS Batang

Kepala BPS Kabupaten Batang, Heni Djumadi mengatakan pihaknya terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pendataan secara langsung

BATANG, puskapik.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Batang, Heni Djumadi mengatakan pihaknya terus mengakselerasi pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui pendataan secara langsung dari rumah ke rumah warga maupun tempat usaha.

"Pendataan dilakukan secara door-to-door untuk memastikan seluruh unit usaha dan karakteristik rumah tangga dapat tercatat secara akurat,"katanya saat pelaksanaan Sensus Ekonomi di Pasar Limpung, Kabupaten Batang, Kamis 9 Juli 2026.

Tercatat, SE 2026 hingga Rabu (8/7/2026), progres pencacahan di Kabupaten Batang telah mencapai 33,73 persen.

Baca Juga: Puluhan Truk Tangki Dikerahkan untuk Tangani Krisis Air di Pemalang

Dia menuturkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) berlangsung mulai 15 Juni - 31 Agustus 2026.

Sensus Tahun 2026 merupakan sensus paket lengkap. Selain mendata pelaku usaha, petugas juga mendata usaha rumah tangga sekaligus karakteristik tempat tinggal, seperti kondisi atap, lantai, dan dinding rumah.

"Pendekatan itu bertujuan menghasilkan data yang lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik di bidang ekonomi maupun sosial,"ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk mempercepat proses pendataan sekaligus memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat.

"Karena itu, BPS Kabupaten Batang menerapkan sejumlah strategi kolaboratif di lapangan,"tandasnya.

Salah satunya melalui metode Geruduk Bersama di Pasar (Gempar), yaitu pendataan secara serentak di kawasan pasar yang melibatkan petugas BPS dan mitra statistik dari tingkat kecamatan.

Dalam satu kegiatan, jumlah petugas yang diterjunkan dapat mencapai 30-50 orang.

Sehingga proses pencacahan pedagang dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat.

Baca Juga: Jembatan Glempang Brebes Belum Dilanjutkan, Akses Kaligiri–Bumijawa Masih Andalkan Jembatan Darurat

Selain itu, BPS juga menerapkan metode Pengisian Bareng (Ngibar), yakni pengisian data secara bersama-sama, baik melalui sistem offline maupun online.

Pendekatan itu sebelumnya telah diterapkan pada sejumlah pelaku usaha di Kawasan Industri Terpadu Batang-Kawasan Ekonomi Khusus (KITB-KEK) Industropolis Batang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait