Jembatan Glempang Brebes Belum Dilanjutkan, Akses Kaligiri–Bumijawa Masih Andalkan Jembatan Darurat

Pembangunan Jembatan Glempang di Sirampog, Brebes belum dilanjutkan. Warga masih mengandalkan jembatan darurat untuk akses Kaligiri menuju Bumijawa, Tegal.
BREBES, puskapik.com – Sudah memasuki pertengahan 2026, namun kelanjutan pembangunan Jembatan Glempang di Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, belum juga terlihat.
Akibatnya, akses penghubung Desa Kaligiri dengan Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, masih mengandalkan jembatan darurat.
Jembatan darurat dari bambu dan papan itu hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Pengguna jalan juga harus bergantian saat melintas karena lebar jembatan sangat terbatas.
Baca Juga: Jateng Jadi Percontohan Nasional B50, Ahmad Luthfi: Dimulai dari Alat Mesin Pertanian
Padahal, Jembatan Glempang merupakan akses strategis yang menghubungkan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal.
Jalur tersebut menjadi pilihan masyarakat yang beraktivitas maupun mengangkut hasil pertanian antara wilayah Sirampog dan Bumijawa.
Jembatan Glempang diketahui putus akibat diterjang bencana pada awal 2025.
Pemerintah Kabupaten Brebes kemudian membangun kembali jembatan tersebut menggunakan anggaran APBD lebih dari Rp1,9 miliar.
Baca Juga: Polres Pekalongan Ungkap 16 Kasus Narkoba dalam Tiga Bulan, 24 Tersangka Diamankan
Pekerjaan dimulai pada 25 Agustus 2025 dengan target selesai pada 24 Desember 2025.
Namun, proyek dihentikan pada 22 Desember 2025 saat progres fisik mencapai sekitar 80 persen setelah hujan deras menyebabkan Sungai Pedes meluap dan menggerus talud pengaman pondasi serta oprit jembatan.
Penghentian pekerjaan dilakukan karena mempertimbangkan keselamatan konstruksi.
Kades Kaligiri, Rosidin, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi mengenai kapan pembangunan Jembatan Glempang akan kembali dilanjutkan.
"Belum ada info, Mas. Nggak tahu kapan akan dibangun lagi," katanya saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Juli 2026.
Menurut Rosidin, keberadaan Jembatan Glempang sangat penting karena menjadi jalur ekonomi sekaligus jalan pintas menuju Kabupaten Tegal bagi masyarakat Sirampog.
"Jembatan ini jalur ekonomi warga dan juga jalan pintas menuju Tegal yang lebih cepat bagi masyarakat Sirampog," ujarnya.
Selama jembatan permanen belum berfungsi, warga yang hendak menuju wilayah Bumijawa atau sebaliknya masih harus melintasi jembatan darurat.
Kondisi tersebut membuat mobilitas orang maupun distribusi hasil pertanian di jalur tersebut belum berjalan optimal.
Sementara itu, Kepala UPT DPU Brebes Wilayah Bumiayu, Sri Hartanti, mengatakan, kelanjutan pembangunan Jembatan Glempang masih dalam proses penyusunan Detail Engineering (DE).
"Saat ini masih proses DE. Insyaallah tahun ini dilanjutkan," katanya saat dikonfirmasi. **



