Rumah Sakit QIM Batang Tambah Ruang Kelas Rawat Inap Standar dan Upgrade Diagnotik Scan

Rabu, 24 Juni 2026 | 19.19
Dirut RS-QIM Batang dokter Bekti Mastiadji
Dirut RS-QIM Batang dokter Bekti Mastiadji

Rumah Sakit QIM Batang meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menambah ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan meng-upgrade alat diagnostik CT Scan

BATANG, puskapik.com - Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (QIM) Kabupaten Batang terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Salah satunya dengan menambah ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sekaligus meng-upgrade alat diagnostik CT Scan dari 16 slice menjadi 64 slice.

"Ruang rawat inap Kepodang dan Rajawali, kami tingkatkan menjadi KRIS,"ujar Dirut RS-QIM dokter Bekti Mastiadji, Rabu 23 Juni 2026.

Baca Juga: Polres Tegal Gelar Ziarah Makam Pahlawan dan Pemberian Tali Asih Warnai Hari Bhayangkara ke-80

Menurut dokter Bekti, pembangunan ruang rawat inap baru dilakukan untuk memastikan kapasitas pelayanan tetap memadai.

Selain itu, tandas dokter Bekti, KRIS RS-QIM telah sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Karena sistem KRIS, kata dia, mengharuskan rumah sakit memenuhi 12 kriteria pelayanan, yakni menciptakan lingkungan perawatan yang lebih nyaman dan mendukung proses penyembuhan pasien.

"Peningkatan kelas KRIS itu sesuai peraturan pemerintah yang mewajibkan pasien itu harus nyaman. Pasien itu kan sakit namun mereka harus tetap nyaman agar proses penyembuhan bisa lebih cepat," ujar dokter alumnus FK UNS itu.

Dia menambahkan, RS QIM juga memperkuat kompetensi layanan medis melalui peningkatan sarana dan alat kesehatan sesuai amanat UU No 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2024 tentang peningkatan kompetensi rumah sakit.

Layanan Kegawatdaruratan

"Salah satunya penguatan layanan yang menghadirkan CT Scan 64 slice, yang sebelumnya hanya memiliki CT Scan 16 slice. Itu merupakan investasi yang kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan teknologi yang lebih mutakhir," katanya.

CT Scan 64 slice memiliki sejumlah keunggulan mulai dari hasil pencitraan yang lebih detail, waktu pemeriksaan lebih cepat, hingga kemampuan deteksi dini berbagai penyakit.

Disebutkan dokter Bekti, teknologi itu juga mendukung layanan kegawatdaruratan seperti stroke, penyakit jantung, dan kasus-kasus kritis lainnya.

Dengan kualitas diagnostik yang lebih akurat, dokter dapat menentukan terapi secara lebih tepat dan optimal.

"Kehadiran alat tersebut juga diharapkan mampu mengurangi angka r ujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah. RS QIM sudah mampu, pasien tentu tidak perlu lagi dirujuk ke tempat lain. Kami lengkapi dengan CT Scan 64 slice agar pelayanan bisa dilakukan secara mandiri," katanya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait