Banjir Sungai Keruh Bumiayu: Forpambes Usulkan Relokasi Pipa PDAM

Warga Desa Adisana, Bumiayu, Brebes antre air bersih akibat rusaknya pipa PDAM diterjang banjir Sungai Keruh, sehingga pasokan air terhenti.
BREBES, puskapik.com – Forum Pelanggan Air Minum Kabupaten Brebes (Forpambes) mengusulkan relokasi jaringan pipa PDAM Tirta Baribis di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, ke lokasi yang aman dari ancaman banjir Sungai Keruh.
Usulan tersebut disampaikan menyusul kerusakan jaringan pipa air bersih yang kembali terjadi akibat banjir pada Selasa malam (3/2/2026).
Dalam kejadian tersebut, pipa PDAM sepanjang 1,080 kilometer rusak diterjang arus banjir, sehingga menyebabkan layanan air bersih ke ribuan pelanggan terganggu.
Baca Juga: Sempat Diwarnai Ketegangan, Penanganan Banjir Sungai Keruh Bumiayu Dimulai Pekan Depan
Menurut Ketua Forpambes, M. Jamil, kerusakan ini merupakan yang keempat kalinya sejak November 2025. “Sudah empat kali jaringan pipa PDAM di lokasi yang sama, rusak dihantam banjir. Kami mengusulkan agar jaringan direlokasi ke lokasi yang lebih aman dari banjir,” kata Jamil, Sabtu (6/2/2026).
Menurut Jamil, relokasi menjadi penting demi menjaga kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Setiap putus kena banjir, perbaikannya bisa mencapai sepekan.
Jika jaringan tetap berada di lokasi rawan, gangguan layanan dikhawatirkan akan terus berulang setiap kali banjir terjadi.
“Ini menyangkut pelayanan publik. Kasihan pelanggan berhari hari kesulitan air. Kasihan juga petugas di lapangan yang harus menangani kerusakan berulang secara manual,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jamil menilai potensi banjir Sungai Keruh masih sangat tinggi. Sebab, akar persoalan yakni kerusakan kawasan hutan di wilayah hulu belum tertangani secara serius.
Baca Juga: Sungai Keruh Banjir Besar Lagi, Rumah Roboh hingga Ratusan KK Terisolasi
“Selama kerusakan hutan di kawasan hulu belum dibenahi, banjir Sungai Keruh akan terus berulang. Ini bukan hanya soal hujan, tapi soal daya dukung lingkungan yang sudah rusak,” kata dia.
Karena itu, Jamil mendorong pemerintah untuk segera menetapkan kawasan hutan di lereng barat Gunung Slamet sebagai taman nasional agar perlindungan kawasan hulu bisa lebih optimal.
“Penanganan teknis di hilir penting, tapi perlindungan kawasan hulu tidak boleh ditunda. Kalau hulunya tidak diselamatkan, dampaknya akan terus dirasakan masyarakat di bawah,” kata Jamil. **
Artikel Terkait

Mudahkan Cari Pekerjaan di Brebes, Inovasi Yuh Ngasab Lur Raih Penghargaan Indeks Inovasi Daerah

14 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Layanan Bangkit Disdukcapil Brebes

Bupati Brebes Pesan Anak Yatim Jangan Rendah Diri, 100 Anak di Paguyangan Terima Bansos
