Cek Kualitas Air Minum Warga Pengarasan, Puskesmas Bantarkawung Gelar SKAMRT

Puskesmas Bantarkawung dan Dinkes Brebes memeriksa kualitas air minum warga Pengarasan melalui SKAMRT untuk mendeteksi risiko pencemaran.
BREBES, puskapik.com – Puskesmas Bantarkawung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melakukan pemeriksaan kualitas air minum rumah tangga di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung.
Pemeriksaan melalui Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) tersebut dilakukan untuk mengetahui kualitas air yang digunakan warga sehari-hari sekaligus mendeteksi risiko pencemaran yang tidak selalu terlihat secara kasatmata.
Kepala UOBF Puskesmas Bantarkawung Supardi mengatakan, air yang terlihat bersih belum tentu dapat langsung dipastikan aman untuk dikonsumsi.
“Air di rumah terlihat bersih, masyarakat merasa aman dikonsumsi setiap hari. Padahal belum tentu aman secara kualitas,” kata Supardi.
Dalam pemeriksaan kualitas air minum yang dilakukan pada Senin, 28 September 2026 tersebut, petugas melakukan wawancara dengan warga, mengambil sampel air, serta melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) pada sarana air dan titik konsumsi.
Pemeriksaan langsung di lapangan meliputi suhu udara, suhu air, pH dan Total Dissolved Solids (TDS).
Sementara sampel air diperiksa di laboratorium. Pengujian mikrobiologi dilakukan untuk mengetahui keberadaan Escherichia coli atau E. coli.
Pemeriksaan juga mencakup parameter fisik berupa kekeruhan, warna dan bau. Sedangkan parameter kimia yang diuji meliputi nitrat, nitrit, kromium valensi 6, besi, mangan, sisa klor, fluoride dan aluminium.
Supardi mengatakan pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kualitas air minum yang digunakan masyarakat di tingkat rumah tangga.
Baca Juga: PKK Kabupaten Musi Rawas Belajar Cara Mengelola Jelantah Jadi Rupiah di Kabupaten Tegal
Kegiatan melibatkan Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL), Kepala Puskesmas, tenaga promosi kesehatan, bidan desa dan kader kesehatan Desa Pengarasan.
Pemeriksaan kualitas air minum ini juga disinergikan dengan inovasi Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma berupa program Nakes Door To Door.
Intervensi melalui program tersebut tidak hanya menyasar kondisi kesehatan warga, tetapi juga faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan, termasuk kualitas air minum rumah tangga.
Hasil SKAMRT selanjutnya dilaporkan secara berjenjang mulai dari Puskesmas, tingkat kabupaten dan provinsi hingga Kementerian Kesehatan RI. ***
Artikel Terkait

KPU Pemalang Tetapkan 1.193.550 Pemilih di Rekapitulasi DPB Triwulan III 2026

Perencanaan Berbuah Dampak, Jateng Raih Terbaik 3 Penghargaan Pembangunan Daerah 2026

Kendal Juara Nasional! Sabet Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah 2026
